PBNU Desak Pemerintah Bergerak Cepat Usai 9 WNI Ditahan Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza

redaksi

Fajarnews.co, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengecam keras penahanan sembilan warga negara Indonesia oleh pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza dalam pelayaran Global Sumud Flotilla 2026.

Kesembilan WNI tersebut terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis yang tergabung dalam rombongan Global Peace Convoy Indonesia. Mereka tengah menjalankan aksi solidaritas internasional untuk rakyat Palestina ketika kapal mereka dihentikan oleh pasukan Israel.

Tokoh PBNU, Ahmad Tajul Mafakhir atau Gus Tajul, menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan kebebasan sipil internasional.

“Ini bukan hanya penahanan warga sipil, tetapi juga bentuk serangan terhadap misi kemanusiaan dan kebebasan pers,” tegasnya.

PBNU meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas untuk memastikan keselamatan dan pembebasan seluruh WNI yang ditahan. Menurut Gus Tajul, posisi Indonesia di forum internasional dapat dimanfaatkan untuk membangun tekanan global terhadap Israel.

Ia menilai keterlibatan Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional, termasuk melalui BoP, bisa menjadi kekuatan diplomasi untuk memperjuangkan perlindungan warga negara dan isu kemanusiaan Palestina.

PBNU juga menegaskan dukungan terhadap Palestina merupakan sikap historis organisasi sejak era pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy’ari.

“NU sejak awal berdiri konsisten menolak penjajahan dan mendukung perjuangan rakyat Palestina,” ujar Gus Tajul.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono mengaku pemerintah masih menghadapi kendala komunikasi untuk memastikan kondisi para WNI yang ditahan Israel.

Di sisi lain, Menko Polkam Djamari Chaniago memastikan pemerintah terus mengupayakan pembebasan para WNI melalui jalur diplomatik dan komunikasi internasional.

Insiden ini memicu perhatian luas di Indonesia, terutama karena para korban merupakan relawan dan jurnalis yang menjalankan misi kemanusiaan di tengah konflik Gaza yang terus memanas.

Related Post

Tinggalkan komentar