Fajarnews.co, TENGGARONG – Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berangsur kembali normal. Masyarakat kini memilih menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum terkait kematian seorang warga berinisial I kepada aparat kepolisian.
Kondisi tersebut terungkap dalam pertemuan antara Kapolres Kukar, Camat Tabang, tokoh masyarakat, kepala adat, serta perwakilan warga. Pertemuan itu menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan penanganan perkara sekaligus memastikan situasi di wilayah Tabang tetap aman.
Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvandar, mengatakan aksi masyarakat yang sebelumnya terjadi bukan bertujuan menciptakan kerusuhan. Menurutnya, warga hanya ingin menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak aparat agar kasus kematian tersebut segera diusut secara transparan.
“Untuk kondisi Tabang ini sebetulnya aman-aman saja. Proses aksi masyarakat kemarin itu betul-betul real, hanya ingin menyampaikan sebuah aspirasi dari masyarakat kepada pihak penegak hukum untuk mempercepat proses tersebut,” ujar Elvandar, Minggu (9/8/2026).
Ia menjelaskan, kepolisian kini mengambil alih penanganan perkara tersebut dengan melibatkan jajaran Polda Kalimantan Timur. Masyarakat, kata dia, telah menerima penjelasan mengenai proses hukum yang sedang berjalan.
Elvandar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun kabar yang belum diketahui kebenarannya.
“Isu-isu yang berkembang di media sosial maupun pembicaraan masyarakat itu tidak seperti yang terjadi di Kecamatan Tabang,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur, Hendrik. Ia memastikan kondisi Kecamatan Tabang saat ini dalam keadaan aman, tenteram dan terkendali.
Menurut Hendrik, tidak terdapat keributan maupun konflik bernuansa SARA sebagaimana sejumlah isu yang sempat beredar. Kesimpulan tersebut disampaikan setelah dilakukan dialog bersama pihak kepolisian, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat dan kepala adat.
“Kecamatan Tabang dalam kondisi kondusif, aman, dan terkendali. Tidak ada keributan, tidak ada kerusuhan, baik itu kerusuhan SARA maupun kerusuhan terkait isu-isu yang beredar selama ini,” ujarnya.
Hendrik menegaskan, masyarakat telah mempercayakan proses penyelidikan kepada kepolisian. Ia berharap seluruh pihak memberikan ruang kepada aparat untuk bekerja hingga perkara tersebut mendapatkan kejelasan.
“Kami sepenuhnya menyerahkan proses hukum ini kepada Kepolisian Republik Indonesia, kepada Bapak Kapolda Kalimantan Timur dan Bapak Kapolres Kutai Kartanegara, yang akan menangani dan memeriksa perkara ini sampai tuntas dan jelas,” katanya.
Sementara itu, penyelidikan terkait kematian I masih berlangsung. Polisi telah mengamankan sejumlah orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut untuk menjalani pemeriksaan di Polres Kukar.
Meski demikian, hingga kini belum ada penetapan tersangka. Penyidik masih mendalami keterangan saksi serta mengumpulkan dan mencocokkan alat bukti untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Masyarakat Tabang pun kembali diingatkan untuk menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kiranya ke depan kita semua tetap menjaga situasi aman, situasi kondusif, dan kita bisa bersatu di Kecamatan Tabang,” pungkas Hendrik.



