Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Harapan masyarakat Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, untuk memiliki jembatan baru mulai menemukan titik terang. Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, memastikan pembangunan jembatan yang telah berusia lebih dari lima dekade itu akan menjadi salah satu prioritas penganggaran pemerintah daerah pada tahun depan.
Komitmen tersebut disampaikan Ahmad Yani usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas kondisi Jembatan Sungai Payang di Gedung DPRD Kukar, Rabu (8/7/2026). Rapat digelar sebagai tindak lanjut atas berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat terkait kondisi jembatan yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Menurut Ahmad Yani, persoalan jembatan itu bukanlah isu baru. Selama bertahun-tahun masyarakat terus mengusulkan pembangunan jembatan baru melalui berbagai forum perencanaan, namun hingga kini belum juga terealisasi.
“Masalah ini sudah berlangsung cukup lama. Jembatan Sungai Payang yang usianya sekitar 54 tahun kondisinya memang sudah tidak layak dan membutuhkan penanganan segera,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aspirasi yang melatarbelakangi pelaksanaan RDP berasal dari berbagai elemen, mulai dari Pemerintah Kecamatan Loa Kulu, Pemerintah Desa Sungai Payang, hingga mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Hukum yang turut mendorong percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.
Selama ini, kata Ahmad Yani, usulan pembangunan jembatan selalu masuk dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten. Namun, setiap tahun usulan tersebut belum berhasil diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik.
“Setiap tahun selalu diusulkan melalui Musrenbang, tetapi sampai sekarang belum juga direalisasikan. Karena itu kami ingin memastikan persoalan ini benar-benar mendapat perhatian,” katanya.
Sebagai lembaga yang memiliki fungsi penganggaran, DPRD Kukar, lanjut Ahmad Yani, akan mengawal agar pembangunan Jembatan Sungai Payang masuk dalam prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun mendatang.
Ia menegaskan, kondisi fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan untuk kembali menunda pembangunan jembatan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut.
“Kami akan memastikan pembangunan jembatan ini menjadi prioritas pada tahun berikutnya. Bagaimanapun kondisi keuangan daerah, infrastruktur ini sangat strategis dan menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga harus diwujudkan,” tegasnya.
Ahmad Yani bahkan menilai pembangunan Jembatan Sungai Payang memiliki tingkat urgensi yang lebih tinggi dibanding sejumlah program lainnya. Selain kondisi fisiknya yang sudah memprihatinkan, keberadaan jembatan tersebut juga memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga, aktivitas perekonomian, serta konektivitas wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Jembatan ini harus menjadi prioritas. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu. Dengan posisinya yang berbatasan dengan IKN, keberadaan jembatan yang layak akan mendukung kelancaran akses masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan percepatan pembangunan di Desa Sungai Payang maupun Kecamatan Loa Kulu,” pungkasnya.



