Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kutai Kartanegara (Kukar) mengapresiasi sikap terbuka Kementerian Agama (Kemenag) Kukar dalam memberikan penjelasan terkait penanganan dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di salah satu pondok pesantren (ponpes).
Koordinator Lapangan PMII Kukar, Zakir Idoatul Haqqi, mengatakan kedatangan pihaknya ke Kantor Kemenag Kukar bertujuan meminta penjelasan mengenai hasil penyelidikan yang telah dilakukan serta mendorong keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, sejumlah pertanyaan yang selama ini menjadi perhatian PMII telah dijawab langsung oleh Kepala Kemenag Kukar dalam pertemuan tersebut.
“Kami datang untuk meminta Kemenag Kukar memberikan penjelasan kepada kami dan khususnya kepada masyarakat terkait hasil penyelidikan yang telah dilakukan. Alhamdulillah, poin-poin yang menjadi pertanyaan kami hari ini terjawab dan semuanya sudah dijelaskan oleh Kepala Kemenag Kukar,” ujarnya, Kamis (11/06/2026).
Ia menilai Kemenag Kukar telah menunjukkan komitmen dalam menangani persoalan tersebut dengan membuka ruang dialog kepada mahasiswa dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kemenag Kukar atas apa yang telah dilakukan. Kami bangga karena Kemenag Kukar tidak hanya diam terhadap persoalan ini,” katanya.
Meski demikian, PMII menilai hasil penyelidikan dan audit yang berkaitan dengan kasus tersebut perlu disampaikan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami meminta audit dan hasil penyelidikan yang terkait dapat dibuka secara transparan. Karena hari ini kami melihat masih ada pertanyaan di masyarakat mengenai perkembangan kasus ini,” tegasnya.
Zakir menegaskan PMII akan terus mengawal perkembangan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut hingga menemukan kejelasan dan kepastian hukum, sekaligus memastikan hak-hak korban mendapatkan perlindungan.
“PMII akan terus mengawal kasus ini dan mengawal hak-hak korban. Karena kasus pelecehan seksual ini masih berproses dan belum menemukan titik terang yang benar-benar jelas,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti adanya informasi mengenai bertambahnya jumlah korban yang muncul dalam kasus tersebut, sehingga menurutnya penanganan yang serius dan transparan sangat diperlukan.
“Semakin hari korban yang terungkap juga semakin bertambah. Karena itu kami berharap penanganannya bisa berjalan tuntas dan memberikan keadilan bagi para korban,” pungkasnya.



