Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Selasa (24/3/2026) – Kapal Cafe Danau Jempang yang selama ini dikenal selalu bersandar di kawasan Pelabuhan Museum dilaporkan tenggelam setelah sebelumnya mengalami kemiringan akibat air yang masuk ke dalam badan kapal.
Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh tidak berfungsinya pompa air akibat padamnya aliran listrik di kapal.
Brigadir Adista dari Polairud menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap penanggung jawab kapal yang selama ini dipercaya memantau kondisi kapal. Sementara itu, pemilik kapal diketahui sedang menjalankan ibadah umroh di Tanah Suci.
Dari hasil pemeriksaan, listrik di kapal dilaporkan padam karena token tidak diisi. Kondisi ini menyebabkan pompa air tidak dapat berfungsi untuk membuang air yang masuk ke dalam kapal.
“Air masuk secara bertahap, namun pompa air tidak bisa berfungsi karena listrik mati. Itu yang menyebabkan kapal akhirnya tenggelam,” ujarnya.
Keterangan tersebut juga diperkuat oleh saksi di sekitar lokasi. Seorang pemilik warung mengaku sempat mendengar bunyi peringatan token listrik selama beberapa hari sebelum kejadian. Namun, tidak ada tindakan pengisian dari pihak pengawas kapal.
Sebelum kapal benar-benar tenggelam, kondisi kapal sempat terlihat miring. Petugas Polairud pun telah lebih dulu mendatangi lokasi saat menerima laporan awal. Saat itu, sebagian badan kapal masih terlihat di permukaan.
Namun, koordinasi lanjutan dengan pihak kapal dinilai terlambat. Hal ini diduga karena pemilik kapal sedang berada di luar negeri, sehingga komunikasi menjadi terhambat.
Saat ini, upaya pengangkatan kapal masih dalam tahap koordinasi dengan pihak terkait. Penanggung jawab kapal memperkirakan proses evakuasi dapat dilakukan dalam waktu sekitar satu bulan, meskipun estimasi tersebut masih akan dikaji kembali.
Pihak kepolisian juga berencana memanggil pemilik kapal setelah kembali dari Tanah Suci untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait insiden tenggelamnya kapal tersebut.



