Serikat dan Stakeholder Duduk Bersama, Bahas Nasib Buruh Kukar

redaksi

Fajarnews.co,Kutai Kartanegara – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, dialog publik yang digelar pada Minggu malam (26/4/2026) di Haha Cafe, Tenggarong, dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat posisi buruh sekaligus membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan di Kutai Kartanegara.

Ketua panitia kegiatan, Yoyok Sudarmanto, menyampaikan bahwa forum tersebut dirancang untuk membangun komunikasi dua arah antara serikat pekerja dan para pemangku kebijakan.

“Momentum Hari Buruh ini kita gunakan untuk memperkuat wacana dan posisi serikat. Di sisi lain, serikat juga bisa mendengar langsung program atau kebijakan yang ada, sehingga bisa saling bertukar pandangan,” ujarnya.

Menurut Yoyok, dialog ini menjadi langkah awal untuk mengurai berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih terjadi di Kukar, termasuk mencari solusi bersama yang lebih konkret.

Ia menyoroti tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama di sektor pertambangan. Sementara itu, sektor migas di Kukar dinilai memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan pekerja.

“Kita melihat PHK di Kukar cukup tinggi, khususnya di sektor tambang. Di sisi lain, produksi migas besar, tapi kesejahteraan buruh belum maksimal. Ini yang coba kita bahas agar bisa ditemukan jalan keluarnya,” tegasnya.

Yoyok berharap, melalui forum tersebut, berbagai persoalan dapat diidentifikasi secara menyeluruh dan ditindaklanjuti dengan kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja.

Selain sebagai wadah diskusi, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat solidaritas antarburuh, serikat, dan stakeholder menjelang peringatan May Day.

Related Post

Tinggalkan komentar