Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Senin (09/03/2026) – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kutai Kartanegara kembali menggelar Festival Ramadan Pramuka Reborn ke-15 setelah sempat lama tidak dilaksanakan. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh anggota pramuka dari berbagai gugus depan di Kukar.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kutai Kartanegara yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan festival ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kegiatan yang pernah rutin digelar di masa lalu.
“Alhamdulillah hari ini kegiatan Festival Ramadan Ribon ke-15 Kwartir Cabang Kutai Kartanegara dilaksanakan selama kurang lebih tiga hari. Kegiatan ini insya Allah akan menjadi agenda rutin kami ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sebenarnya telah lama dilaksanakan dalam sejarah Gerakan Pramuka di Kukar. Festival Ramadan pertama kali digelar pada 1995 dan terus berlangsung hingga sekitar 2005 sebelum akhirnya sempat terhenti.
“Karena ini memang sudah yang ke-15, artinya kegiatan ini lahir kembali. Dulu sejak tahun 1995 kegiatan ini sudah dilaksanakan terus sampai sekitar 2005, setelah itu sempat berhenti dan baru tahun ini kita laksanakan kembali,” jelasnya.
Menurut Aji Ali Husni, antusiasme peserta cukup tinggi meskipun kegiatan ini baru kembali digelar setelah vakum cukup lama. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari lingkungan Gerakan Pramuka di Kutai Kartanegara.
“Alhamdulillah animo adik-adik pramuka cukup besar. Meskipun ini baru dilaksanakan kembali, banyak kawan-kawan yang hadir untuk mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Ia menambahkan, Festival Ramadan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Trisatya dan Dasa Dharma dalam Gerakan Pramuka, khususnya dalam memperkuat pembinaan spiritual bagi anggota pramuka.
“Hal yang utama bagi kita adalah mengisi kerohanian, menguatkan keimanan dan ketakwaan bagi anggota Gerakan Pramuka,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi anggota pramuka untuk menyalurkan kemampuan yang selama ini diasah melalui kegiatan keagamaan di gugus depan masing-masing.
“Tempat ini juga menjadi ruang bagi adik-adik kita untuk mengasah kemampuan yang selama ini mungkin rutin mengikuti pengajian atau kegiatan keagamaan lainnya,” ucapnya.
Aji Ali Husni berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan semangat serta menjadikannya sebagai bagian dari proses pembinaan diri.
“Harapan kami peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan menjadikannya sebagai tolak ukur pembinaan di gugus depan. Apapun hasilnya itu bagian dari proses yang mereka lalui,” tuturnya.
Ia juga mendorong para peserta untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan, terutama bagi yang belum berhasil meraih prestasi pada pelaksanaan festival tahun ini.
“Kalau hari ini ada yang berhasil tentu harus dipertahankan pembinaannya. Kalau belum berhasil, teruslah berlatih dan belajar di gugus depan. Insya Allah tahun depan masih ada kesempatan untuk mengikuti lomba lagi,” pungkasnya.



