Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Selasa (07/04/2026) – Kepedulian relawan kembali menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus sosial di Kutai Kartanegara. Seorang pria dalam kondisi memprihatinkan ditemukan hidup terlantar bersama anak bungsunya yang masih berusia 9 tahun.
Ketua Relawan Kami Masih Setia untuk Kemanusiaan (Kamaseku), Hendra, mengungkapkan bahwa informasi awal ia terima dari sesama relawan pada malam Jumat. Tanpa menunggu lama, ia langsung mendatangi lokasi di Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan.
“Saya dapat info dari rekan relawan, malam Jumat. Pas sampai di rumah beliau, kondisinya sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Saat tiba di lokasi, Hendra mendapati pria tersebut dalam kondisi lemah dan tidak terurus. Bahkan, kondisi tempat tinggalnya sangat tidak layak.
“Beliau berak di atas kasur, makanannya juga sudah tidak layak, bahkan seperti tidak terurus sama sekali. Kami langsung ambil tindakan membersihkan tempatnya,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Hendra bersama relawan Kamaseku juga merawat langsung pria tersebut selama beberapa hari. Mulai dari mengganti popok, memandikan, hingga memberi makan dilakukan secara bergantian sejak Jumat hingga akhirnya dibawa ke Dinas Sosial.
“Kami yang mengontrol semuanya. Ganti popok, mandikan, kasih makan, itu kami lakukan sejak Jumat sampai hari ini,” katanya.
Dalam prosesnya, Hendra mengaku telah berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Ketua RT, pemerintah desa, hingga mencari keberadaan keluarga korban. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Sudah kami koordinasi ke Pak RT, ke pemerintah desa juga. Kami juga coba telusuri keluarganya, tapi tidak ada yang mau mengurus,” ungkapnya.
Menurut informasi yang diterima, pria tersebut memiliki beberapa anak. Namun, hanya anak bungsunya yang masih tinggal bersamanya, sementara anak-anak lainnya tidak diketahui keberadaannya dan enggan terlibat dalam perawatan.
“Info dari warga, anaknya ada beberapa, tapi tidak ada yang mau mengurus. Sekarang tinggal sama anaknya yang umur 9 tahun,” tambahnya.
Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan dan keterbatasan relawan dalam penanganan lanjutan, Hendra akhirnya memutuskan membawa pria tersebut ke Dinas Sosial Kutai Kartanegara.
“Kami juga bingung harus bagaimana lagi. Sudah koordinasi ke sana-sini, akhirnya saya bilang, kita bawa saja ke Dinas Sosial supaya bisa ditangani lebih lanjut,” tegasnya.
Diketahui, pria tersebut merupakan kelahiran Parepare tahun 1971 dan sebelumnya tinggal di wilayah Dusun 1, Desa Loa Duri Ulu. Hingga kini, proses penanganan telah dilimpahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan perawatan dan penanganan lebih lanjut.
Hendra berharap, ke depan penanganan kasus serupa bisa lebih cepat tertangani dengan sinergi antara masyarakat, relawan, dan pemerintah.
“Kami hanya ingin membantu sebisa mungkin. Harapannya, ke depan kalau ada kasus seperti ini, bisa lebih cepat ditangani bersama,” pungkasnya.



