Fajarnews.co,Kutai Kartanegara – Memasuki bulan Ramadan, sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kutai Kartanegara mengeluhkan penurunan jumlah pesanan. Jika pada hari-hari biasa mereka bisa menerima belasan orderan dalam sehari, kini jumlahnya disebut jauh berkurang.
Salah satu driver ojol, Lutfi, mengaku kondisi Ramadan tahun ini terasa berbeda dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Menurutnya, penurunan mulai terasa sejak awal puasa, terutama pada jam-jam siang hingga sore hari.
“Biasanya sebelum Ramadan saya bisa dapat 12 sampai 15 orderan sehari. Sekarang paling 6 sampai 8 saja. Bahkan pernah cuma 5 orderan,” ujarnya, Selasa (03/03/2026).
Ia menuturkan, perubahan pola aktivitas masyarakat selama Ramadan menjadi salah satu faktor utama. Banyak pelanggan yang mengurangi mobilitas di siang hari, baik untuk bekerja di luar maupun sekadar beraktivitas.
“Siang cenderung sepi. Orang-orang lebih banyak di rumah. Memang ada peningkatan menjelang berbuka, tapi tidak terlalu signifikan untuk menutup kekurangan orderan siang hari,” jelasnya.
Lutfi juga menyebut, persaingan antar driver semakin terasa karena jumlah pengemudi tidak berkurang, sementara permintaan menurun. Kondisi ini membuat para driver harus lebih sabar menunggu orderan masuk melalui aplikasi.
“Kadang bisa nunggu lama baru dapat satu orderan. Kalau lagi ramai sedikit, ya rebutan. Jadi memang terasa bedanya,” katanya.
Meski begitu, Lutfi tetap bersyukur masih bisa mendapatkan penghasilan, meskipun tidak sebesar biasanya. Ia berharap memasuki pertengahan hingga akhir Ramadan, terutama mendekati Lebaran, jumlah pesanan kembali meningkat.
“Biasanya kalau sudah mendekati Idulfitri mulai ramai lagi. Mudah-mudahan tahun ini juga begitu supaya bisa menambah pemasukan untuk kebutuhan Lebaran,” pungkasnya.



