DPRD Kukar Dorong Perbaikan Mekanisme Penyaluran Insentif Guru, Indikasi Rekening Masih Didalami

redaksi

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara, Sabtu (25/07/2026) – Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran insentif bagi guru dan kepala sekolah swasta. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang kini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak kembali terulang pada masa mendatang.

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akbar Haka, mengatakan evaluasi tidak hanya menyangkut aspek regulasi, tetapi juga tata kelola penyaluran dana agar setiap tahapan memiliki prosedur yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, DPRD juga meminta agar polemik yang berkembang tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat. Sebab, setiap pihak yang terlibat memiliki kewenangan dan mekanisme kerja masing-masing dalam proses penyaluran insentif tersebut.

“Kami juga meminta agar persoalan ini tidak menjadi bola liar. OPD teknis merasa sudah menjalankan tugasnya, BPK memiliki temuannya sendiri, sementara proses pencairan melalui Bankaltimtara juga memiliki mekanisme tersendiri,” ujar Akbar.

Ia menegaskan, ke depan sistem penyaluran insentif harus dibenahi sehingga tidak lagi dilakukan secara menyeluruh tanpa mekanisme yang terukur. Menurutnya, seluruh tahapan harus memiliki dasar administrasi dan prosedur yang jelas agar tidak memunculkan persoalan hukum maupun administrasi.

“Ke depan mekanisme penyaluran harus lebih jelas dan tidak lagi dilakukan secara gelondongan. Semua harus memiliki prosedur yang jelas agar persoalan seperti ini tidak terulang,” katanya.

Di sisi lain, Akbar mengungkapkan bahwa dalam proses pemeriksaan yang masih berlangsung terdapat indikasi yang sedang didalami oleh Inspektorat terkait dugaan adanya rekening-rekening yang menjadi bagian dari proses penyaluran dana. Namun, ia menegaskan hal tersebut masih sebatas pendalaman sehingga belum dapat dijadikan kesimpulan.

“Sampai pemeriksaan selesai kami belum bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi. Namun ada indikasi yang sedang didalami terkait dugaan adanya rekening-rekening yang menjadi bagian dari proses penyaluran dana tersebut,” tutupnya.

Related Post

Tinggalkan komentar