Fajarnews.co, Tenggarong – Kawasan wisata Pulau Kumala, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), mulai mendapat perhatian untuk kembali menggeliat. Salah satu fasilitas yang diharapkan menjadi pemicu kebangkitan tersebut adalah Waterboom Pulau Kumala yang pembangunan bangunan utamanya telah rampung.
Dilansir dari Korankaltim.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menargetkan wahana wisata air itu dapat mulai beroperasi pada 2026. Namun, sejumlah pekerjaan pendukung masih harus diselesaikan sebelum fasilitas tersebut dibuka untuk masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Awang Agus mengatakan, pekerjaan lanjutan saat ini mencakup pemasangan pagar pengaman dan penataan lanskap di sekitar waterpark.
“Kalau waterboom ini sedang berproses di UKPBJ, tender pemasangan pagar pengaman sama landscape daripada waterpark. Jadi sudah berproses, tunggu proses selanjutnya,” kata Awang Agus, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, penyelesaian bangunan utama belum menjadi tahap akhir pembangunan. Pemerintah masih memastikan aspek keamanan, terutama pada area kolam yang nantinya digunakan pengunjung.
“Cuma mungkin ada beberapa item pekerjaan lagi, termasuk pengamanan kolam karena kolamnya harus dipastikan aman buat pengunjung, setelah itu landscape yang menjadi pekerjaan terakhirnya,” ujarnya.
Setelah seluruh pekerjaan fisik selesai, Waterboom Pulau Kumala juga tidak langsung dibuka untuk umum. Dispar Kukar akan melakukan uji coba terhadap fasilitas yang tersedia untuk memastikan sistem operasional dan keselamatan pengunjung berjalan sesuai ketentuan.
“Setelah terima pekerjaan kan harus ada uji coba dulu dan kita harus memastikan bahwa operasional dan keselamatan itu terjamin. Kalau memang bisa selesai tahun ini, insyaallah bisa beroperasi di tahun ini,” jelas Awang.
Awang mengaku belum mengetahui secara pasti total anggaran yang telah terserap untuk pembangunan Waterboom Pulau Kumala. Ia mengatakan proyek tersebut sudah berjalan sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Dispar Kukar.
“Kalau secara keseluruhan harus melihat data, karena saya masuk di sini baru 7 bulan. Pekerjaannya sudah dimulai sekitar 2024 atau 2025,” ungkapnya.
Pemkab Kukar melihat Waterboom Pulau Kumala memiliki peran lebih besar daripada sekadar menambah fasilitas rekreasi. Kehadiran wahana tersebut diharapkan mampu menarik kembali wisatawan sekaligus menghidupkan aktivitas pelaku usaha di kawasan Pulau Kumala.
“Target kami tahun ini selesai. Kalau memang bisa beroperasi, harapannya ada dampak pada UMKM di sekitar situ, terutama yang di dalam Pulau Kumala, kembali hidup,” kata Awang.
Ia berharap aktivitas ekonomi yang dahulu berkembang di Pulau Kumala kembali muncul. Di antaranya usaha penyewaan sepeda, motor, mobil untuk berkeliling kawasan, hingga penjualan merchandise dan cendera mata.
Dispar Kukar juga ingin mengembalikan popularitas Pulau Kumala seperti periode 2016-2017. Saat itu, kawasan wisata tersebut masih menjadi salah satu tujuan liburan yang ramai dikunjungi sebelum pandemi Covid-19.
“Bukan hanya orang Tenggarong, tetapi sekitar Kukar juga bisa menjadikan Pulau Kumala sebagai pilihan paket liburan,” katanya.
Waterpark dinilai memiliki potensi untuk menarik wisatawan keluarga karena wahana air umumnya menjadi pilihan rekreasi bagi anak-anak.
“Waterpark ini biasanya disukai anak-anak. Kami harapkan juga menjadi alternatif pilihan untuk wisata keluarga yang ada di Kukar maupun pengunjung dari sekitar Kukar,” tambah Awang.
Sementara itu, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk menyelesaikan pekerjaan lanjutan Waterboom Pulau Kumala.
Menurut Rendi, pekerjaan tersebut sebelumnya sempat mengalami penundaan. Meski demikian, anggaran untuk melanjutkan proyek tetap tersedia.
“Kemarin sempat ditunda, nanti bisa tanya Kepala Badan Pelayanan Pengadaan (BLP) kenapa ditunda. Anggarannya sudah ada, sekitar Rp4,5 Miliar,” ujar Rendi.
Dengan dukungan anggaran tersebut, Pemkab Kukar kini mendorong penyelesaian pagar pengaman, penataan lanskap, serta tahapan uji coba. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Waterboom Pulau Kumala diharapkan mulai menerima pengunjung tahun ini.
Kehadiran wahana tersebut juga diharapkan menjadi awal dari upaya menghidupkan kembali Pulau Kumala sebagai destinasi wisata keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM dan pelaku usaha di sekitarnya.



