Bandara Soetta Jadi Jalur Masuk Etomidate, Empat Kurir Asing Ditangkap

redaksi

Fajarnews.co, Aparat kepolisian bersama petugas Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan cairan etomidate yang diduga akan diedarkan melalui rokok elektronik atau vape. Dalam operasi yang dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, empat warga negara asing ditangkap dari tiga kasus berbeda sepanjang awal hingga pertengahan 2026.

Para tersangka berasal dari Singapura, Malaysia, China, dan Thailand. Mereka diduga berperan sebagai kurir yang membawa cairan etomidate ke Indonesia melalui penerbangan internasional.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta menyebut pengungkapan kasus ini menjadi bukti bahwa jaringan narkotika internasional masih menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial. Bandara Soekarno-Hatta pun terus menjadi salah satu pintu masuk yang kerap dimanfaatkan sindikat untuk menyelundupkan barang terlarang.

Modus yang digunakan pelaku cukup beragam. Cairan etomidate disembunyikan di dalam koper dan dikemas menyerupai produk kebutuhan sehari-hari agar tidak menimbulkan kecurigaan petugas saat pemeriksaan.

Kasus pertama terungkap saat dua penumpang yang baru tiba dari Malaysia diperiksa di area kedatangan internasional. Dari koper keduanya, petugas menemukan ribuan mililiter cairan etomidate yang dikemas dalam wadah khusus serta botol yang menyerupai produk perawatan tubuh.

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa kedua kurir tersebut menerima tawaran dari seseorang yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Salah satu pelaku dijanjikan imbalan puluhan juta rupiah, sementara pelaku lainnya dijanjikan fasilitas perjalanan ke Indonesia.

Beberapa hari kemudian, petugas kembali menggagalkan penyelundupan serupa yang melibatkan seorang warga negara China. Dari koper yang dibawanya ditemukan cairan etomidate yang disembunyikan dalam kemasan plastik. Pelaku mengaku mendapat perintah dari jaringan yang sama dengan janji bayaran ratusan juta rupiah setelah barang berhasil diserahkan.

Sementara itu, pengungkapan lainnya melibatkan seorang warga Thailand yang membawa beberapa botol berisi etomidate dari Bangkok menuju Jakarta. Cairan tersebut dikemas menyerupai produk komersial biasa untuk mengelabui petugas bandara.

Dari seluruh pengungkapan tersebut, aparat berhasil menyita sekitar 8.600 mililiter etomidate. Nilai ekonominya diperkirakan mencapai hampir Rp98 miliar apabila berhasil diedarkan di pasar gelap.

Penyidik menduga barang tersebut akan diproses menjadi ribuan cartridge vape yang mengandung zat etomidate sebelum diedarkan kepada konsumen. Selain memburu para kurir, polisi kini juga memburu aktor utama yang diduga mengendalikan jaringan penyelundupan lintas negara tersebut.

Kepolisian menegaskan akan memperkuat pengawasan di jalur kedatangan internasional serta meningkatkan koordinasi dengan Bea Cukai dan instansi terkait guna menutup celah masuknya narkotika dari luar negeri.

Related Post

Tinggalkan komentar