Fajarnews.co, Pemerintah memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan menjadi jalur utama penyaluran berbagai barang subsidi kepada masyarakat. Kebijakan tersebut diyakini mampu memberikan keuntungan bagi koperasi sekaligus meningkatkan ketepatan sasaran distribusi bantuan pemerintah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan tersebut telah disepakati dalam rapat kabinet. Seluruh barang bersubsidi nantinya hanya akan disalurkan melalui Kopdes Merah Putih dan tidak lagi diperdagangkan melalui jalur lain.
Menurut Purbaya, kebijakan itu memberikan peluang usaha yang menjanjikan bagi koperasi desa. Selama pengelolaannya dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik penyimpangan, koperasi diperkirakan mampu memperoleh keuntungan dari aktivitas distribusi tersebut.
Selain memperkuat peran koperasi, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan operasional. Skema pendanaan dilakukan melalui pinjaman pemerintah kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan total anggaran mencapai Rp240 triliun.
Pembayaran pokok dan bunga pinjaman akan ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan alokasi sekitar Rp40 triliun setiap tahun selama enam tahun, disesuaikan dengan jumlah koperasi yang telah beroperasi.
Dana tersebut akan digunakan sebagai modal awal pengembangan ribuan Kopdes Merah Putih di berbagai daerah. Pemerintah juga menanggung biaya pelatihan sumber daya manusia serta gaji pegawai koperasi pada masa awal operasional selama sekitar satu hingga dua tahun agar koperasi dapat berkembang secara mandiri.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh barang subsidi pemerintah harus disalurkan melalui Kopdes Merah Putih. Langkah tersebut diambil untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang berhak sekaligus menekan potensi penyimpangan dalam rantai distribusi.
Ke depan, Kopdes Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai penyalur barang subsidi. Pemerintah juga merancang koperasi tersebut menjadi pusat layanan ekonomi desa yang menyediakan berbagai fasilitas, seperti layanan simpan pinjam, toko kebutuhan pokok, apotek, gudang logistik, hingga fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.



