BBGRM 2025 di Kukar: Gotong Royong Jadi Spirit Pembangunan Desa

redaksi

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menggelar Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei mendatang dan dipusatkan di Kecamatan Kota Bangun.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan BBGRM bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia. “Gotong royong bukan hanya tradisi, tetapi warisan nilai yang harus terus ditanamkan dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Sabtu (17/5/2025).

Menurut Arianto, pelaksanaan BBGRM tahun ini akan sedikit berbeda dari sebelumnya. Fokus utama diberikan kepada desa dan kelurahan yang konsisten menggelar kegiatan gotong royong, seperti membersihkan lingkungan, memperbaiki infrastruktur, hingga aksi sosial yang melibatkan masyarakat secara aktif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada desa dan kelurahan yang menjaga semangat gotong royong tetap menyala. Ini bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam membangun kebersamaan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Kukar juga menyalurkan dana sebesar Rp 50 juta setiap tahun bagi masing-masing Rukun Tetangga (RT). Dana tersebut diperuntukkan bagi kegiatan berbasis swadaya masyarakat, termasuk program gotong royong dan peningkatan kualitas lingkungan.

Arianto menambahkan bahwa penggunaan dana tersebut difokuskan pada kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. “Selama usulannya jelas dan memberikan dampak positif, dana bisa digunakan untuk membersihkan lingkungan, memperbaiki jalan, atau fasilitas umum lainnya,” tambahnya.

Lebih jauh, ia berharap pelaksanaan BBGRM dapat menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sosial masyarakat. “Kami tidak ingin BBGRM hanya berhenti sebagai agenda tahunan. Yang terpenting adalah bagaimana gotong royong menjadi nilai yang hidup dan mengakar dalam keseharian masyarakat,” tutupnya.

Adv/DPMDKukar

Related Post

Tinggalkan komentar