Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan melakukan penyesuaian terhadap Program Beasiswa Kukar Idaman mulai 2026. Penataan ulang ini dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan Gratis Pol serta mempertimbangkan kondisi kemampuan keuangan daerah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, mengatakan evaluasi dilakukan agar program beasiswa tetap relevan, tepat sasaran, dan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah. Saat ini, Pemkab Kukar tengah menyiapkan regulasi baru berupa rancangan Peraturan Bupati (Perbup) terkait pemberian beasiswa dan bantuan pendidikan.
“Beasiswa Kukar Idaman Terbaik sesuai arahan Pak Bupati akan kita evaluasi dan eskalasi,” ujarnya, Selasa (13/01/2026).
Salah satu perubahan utama dalam skema baru tersebut adalah pemisahan antara beasiswa bagi pelajar berprestasi dan bantuan pendidikan bagi masyarakat prasejahtera. Selama ini, kedua skema tersebut masih berada dalam satu program yang sama.
“Nanti akan ada perbedaan sasaran. Beasiswa difokuskan untuk pelajar berprestasi, sementara bantuan pendidikan untuk masyarakat prasejahtera,” jelasnya.
Terkait kuota penerima pada 2026, Pemkab Kukar belum menetapkan angka pasti. Namun, jumlah penerima diproyeksikan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, meskipun format dan penjabaran program akan mengalami perubahan.
Pada 2025, kuota Beasiswa Kukar Idaman tercatat sebanyak 4.015 penerima, mencakup jenjang pendidikan SMA hingga S3, dengan total anggaran mencapai Rp16 miliar.
“Kuotanya masih dalam perhitungan. Yang jelas tidak jauh dari tahun 2025, hanya saja penjabaran programnya yang berbeda,” katanya.
Dendi menambahkan, penyusunan regulasi baru juga mempertimbangkan kewenangan pendidikan yang sebagian besar berada di tingkat provinsi, serta kemampuan fiskal daerah dan program prioritas seperti Gratis Pol.
“Penyusunan regulasi tetap kita pedomani dari program Gratis Pol, kemudian melihat kewenangan provinsi dan kemampuan keuangan daerah,” terangnya.
Meski dilakukan penyesuaian, Pemkab Kukar memastikan dukungan terhadap sektor pendidikan tetap berjalan. Sejumlah kategori beasiswa dipastikan masih dipertahankan.
“Untuk jenjang SMA, sarjana, beasiswa pondok pesantren, serta beasiswa ker



