Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Desa Prangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, resmi membentuk Koperasi Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada Selasa (27/5). Proses ini melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta elemen masyarakat sebagai bentuk demokrasi tingkat desa.
Kepala Desa Prangat Selatan, Sarkono, menyebut warga menyambut antusias kehadiran koperasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Agus ditunjuk sebagai ketua koperasi, didampingi Linda sebagai perwakilan perempuan, serta unsur pemuda.
“Dalam kepengurusan koperasi, Saudara Agus ditunjuk sebagai ketua, didampingi oleh perwakilan perempuan Ibu Linda dan unsur pemuda yang juga diwakili Agus sendiri,” ujar Sarkono, Rabu (28/5). Menurutnya, Agus dikenal sebagai pengusaha muda sukses di bidang transportasi dan usaha sembako.
Koperasi Merah Putih akan fokus mendukung sektor perkebunan, terutama dalam menyerap hasil karet petani. Sarkono menegaskan, selama ini petani karet hanya bergantung pada tengkulak yang seenaknya menentukan harga, sehingga kehadiran koperasi diharapkan memberi harga yang lebih adil.
“Bukan harga tinggi yang mereka cari, cukup harga yang wajar. Misalnya, satu kilogram karet bisa ditukar dengan satu kilogram beras,” tegasnya. Selain karet, koperasi juga akan menampung tandan buah segar (TBS) sawit, mengelola unit simpan pinjam, dan membuka grosir desa.
Ia memastikan grosir ini tidak akan bersaing dengan UMKM, melainkan menjadi pemasok untuk mendukung usaha warga. Selain itu, koperasi juga akan membantu penyediaan pupuk bagi petani karet, sawit, dan hortikultura yang selama ini sulit diperoleh di desa.
“Harapan masyarakat terhadap koperasi ini sangat besar. Mereka ingin koperasi menjadi mitra lembaga desa seperti BUMDes, bukan pesaing. Koperasi milik masyarakat, sedangkan BUMDes milik pemerintah desa,” jelas Sarkono. Ia mengingatkan bahwa BUMDes Prangat Selatan tahun lalu mampu menyumbang PAD hingga Rp114 juta.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, menyambut positif inisiatif ini. Ia menegaskan, pembentukan koperasi merupakan bagian dari program percepatan di Kukar, dengan target 237 koperasi di 193 desa dan 44 kelurahan.
“Meski ada tantangan soal syarat minimal 500 jiwa dari Kemendes, hal ini sudah disepakati tidak lagi menjadi penghambat,” jelasnya. Elvandar optimis, dengan dukungan gotong royong, Koperasi Merah Putih di Prangat Selatan mampu menjadi penggerak ekonomi desa.
Adv/DPMDKukar



