Fajarnews.co, TENGGARONG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kutai Kartanegara (Kukar) kini memiliki peran yang lebih strategis dalam pembangunan desa, khususnya di sektor penyediaan air bersih. Melalui Program Dedikasi Air Bersih Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar mengoptimalkan peran BUMDes untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani jaringan air konvensional secara memadai.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa sekitar 60 hingga 70 desa di Kukar masih belum memiliki akses terhadap air bersih yang layak. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri untuk mengatasi masalah tersebut, sehingga keterlibatan BUMDes menjadi sangat penting dalam memastikan ketersediaan air bersih di desa-desa tersebut.
“BUMDes memiliki kedekatan dengan masyarakat setempat dan pemahaman yang mendalam terhadap kondisi medan lokal. Hal ini menjadi kunci utama dalam menjangkau daerah-daerah yang sulit ditembus jaringan air konvensional,” ujar Arianto pada Selasa (28/4).
Program ini mengedepankan sinergi antara berbagai instansi, seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) serta PDAM Tirta Mahakam, untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan air bersih di wilayah Kukar. Meski begitu, pendekatan berbasis komunitas tetap menjadi prioritas agar pembangunan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga berkelanjutan dalam hal pengelolaan.
Desa Sedulang menjadi contoh wilayah yang membutuhkan peran aktif BUMDes dalam pengelolaan air bersih. Meski fasilitas air bersih telah dibangun di desa tersebut, pemanfaatannya masih kurang optimal akibat lemahnya pengelolaan. Oleh karena itu, DPMD Kukar fokus memberikan pelatihan dan pendampingan teknis serta administratif agar BUMDes dapat menjalankan pengelolaan air bersih secara mandiri dan efektif.
Pelatihan ini mencakup peningkatan kemampuan manajerial dan teknis agar BUMDes tidak hanya menjadi pengelola produk ekonomi, tetapi juga penyedia layanan dasar yang penting bagi masyarakat desa. Hal ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan sistem penyediaan air bersih yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga desa.
Arianto menambahkan, program penyediaan air bersih ini merupakan bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kukar 2021–2026. Melalui program ini, diharapkan indeks kualitas hidup masyarakat desa dapat meningkat secara menyeluruh.
“Kita ingin BUMDes tidak hanya fokus pada penjualan produk saja, tapi juga menjadi pengelola layanan dasar yang menyentuh kebutuhan langsung warga desa,” tutup Arianto. Dengan dukungan regulasi dan pelatihan yang berkesinambungan, BUMDes di Kukar diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan desa yang mandiri dan berkelanjutan.
(Adv/DPMD/Kukar)



