Fajarnews.co, Suasana penggerebekan tempat pengoplosan gas subsidi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, berubah mencekam setelah seorang warga dilaporkan terkena tembakan saat aparat TNI melakukan operasi dini hari.
Insiden tersebut viral di media sosial lewat sebuah video yang memperlihatkan korban mengalami luka di bagian bahu. Peristiwa itu langsung memicu sorotan publik dan pertanyaan soal kronologi penembakan.
Komandan Detasemen Polisi Militer III/1 Bogor, Anggi Wahyu Hardiyanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan kasus kini ditangani oleh Pomdam III/Siliwangi.
Menurut Anggi, operasi penggerebekan dilakukan setelah aparat menerima informasi mengenai dugaan praktik pengoplosan gas subsidi yang disebut-sebut mendapat perlindungan oknum anggota TNI AD.
Saat tim tiba di lokasi pada Selasa dini hari, situasi disebut mendadak chaos. Petugas mengaku mendapat perlawanan hingga dikeroyok warga di sekitar lokasi.
“Begitu sampai di lokasi, anggota mendapat serangan dan situasi tidak terkendali,” ujar Anggi.
Dalam kondisi terdesak, aparat kemudian melepaskan tembakan peringatan. Namun nahas, satu warga sipil terkena rekoset atau pantulan peluru di bahu kanan.
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Pihak TNI juga disebut telah bertanggung jawab atas pengobatan korban dan menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
Kasus ini menambah daftar panjang praktik ilegal pengoplosan gas subsidi yang masih marak terjadi di sejumlah daerah. Selain merugikan negara, aktivitas tersebut juga kerap memicu konflik dan membahayakan keselamatan warga sekitar.



