Fajarnews.co, Antaranews-Samarinda, Upaya menekan angka stunting di Kota Samarinda terus diperkuat. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) setempat mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok prioritas.
Kepala DPPKB Samarinda, Deasy Evriyani, menegaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang bukan hanya untuk mencegah stunting baru, tetapi juga membantu pemulihan anak yang sudah terdampak terutama pada usia di bawah lima tahun, bahkan lebih efektif jika di bawah dua tahun.
Ia menjelaskan, penanganan stunting dilakukan melalui dua pendekatan utama: intervensi spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik mencakup pemenuhan gizi langsung seperti pemberian makanan bergizi dan vitamin, sementara intervensi sensitif menyasar faktor pendukung seperti sanitasi dan edukasi masyarakat.
Saat ini, Samarinda memiliki 52 unit layanan pemenuhan gizi yang aktif, dengan 36 di antaranya secara khusus melayani program MBG untuk kelompok 3B. Total penerima manfaat mencapai lebih dari 3.000 orang, didominasi balita.
Distribusi program ini melibatkan ratusan tim pendamping keluarga serta petugas lapangan yang tersebar di seluruh kecamatan. Mereka tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga memastikan konsumsi, memberikan edukasi gizi, hingga memantau perkembangan anak secara langsung.
Menariknya, pola distribusi juga disesuaikan dengan kondisi lapangan. Di beberapa wilayah, pembagian dilakukan dua kali seminggu di titik tertentu seperti posyandu, disertai kegiatan makan bersama dan edukasi. Sementara bagi penerima yang berhalangan hadir, makanan diantar langsung ke rumah.
Dengan pendekatan terpadu ini, Pemkot Samarinda berharap program MBG tidak sekadar menjadi bantuan pangan, tetapi juga langkah strategis dalam membangun generasi yang lebih sehat dan bebas stunting.



