Fajarnews.co, Samarinda – Peristiwa meninggalnya seorang pasien lanjut usia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, yang diduga karena bunuh diri pada Minggu (6/7/2025) sore, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kalimantan Timur. Pasien tersebut dilaporkan ditemukan tidak bernyawa di ruang perawatan sekitar pukul 17.46 WITA. Manajemen rumah sakit langsung menyampaikan laporan awal kepada dinas terkait pada malam hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Mualimin, membenarkan bahwa laporan telah diterima oleh pihaknya. Namun, ia menyebut laporan resmi secara tertulis masih ditunggu untuk menelusuri lebih jauh peristiwa tersebut. “Laporan secara tertulisnya saya minta untuk salah satu program peningkatan mutu dan keselamatan pasien,” ujarnya pada Senin (7/7/2025).
Dari pernyataan dr. Jaya, belum dapat dipastikan apa penyebab pasti dari kematian pasien. Ia menekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan semua pihak diminta untuk menunggu hasil resmi dari rumah sakit. “Tentu kita harus mencari apa penyebabnya, apakah karena penyakit atau faktor lain,” jelasnya.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah sistem pengawasan di ruang rawat inap tempat pasien dirawat. Keberadaan kamera pengawas atau CCTV belum dikonfirmasi secara jelas oleh pihak rumah sakit maupun Dinas Kesehatan. “Saya belum melihat ya, apakah ada atau tidak,” ucap dr. Jaya saat dikonfirmasi.
Menurut dr. Jaya, insiden ini akan menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas rumah sakit, khususnya dalam hal keamanan pasien. Ia menegaskan pentingnya perlindungan pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit. Evaluasi terhadap sistem pengawasan pun akan diperketat sebagai bagian dari perbaikan layanan.
Selain aspek teknis, status kepesertaan jaminan kesehatan dari pasien juga menjadi perhatian. Dinkes Kaltim belum menerima data pasti apakah pasien tersebut merupakan peserta BPJS atau bukan. “Mudah-mudahan pakai BPJS ya, karena kanker kan juga dijamin,” ujarnya.
Kondisi medis pasien, termasuk kemungkinan penyakit kronis, turut menjadi bagian dari penyelidikan. Dr. Jaya menekankan bahwa beberapa jenis penyakit bisa berdampak pada kondisi emosional pasien. Ia mengingatkan pentingnya dukungan psikologis dalam proses pemulihan pasien, khususnya yang menjalani terapi jangka panjang.
Dinas Kesehatan Kalimantan Timur berkomitmen untuk mengawal proses ini secara menyeluruh. Evaluasi terhadap RSUD AWS diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kesehatan. Pihak rumah sakit pun diminta untuk kooperatif dalam memberikan informasi yang dibutuhkan selama proses klarifikasi berlangsung.
Sumber : https://regional.kompas.com/read/2025/07/07/172136078/misteri-pasien-lansia-gantung-diri-di-rsud-aws-fungsi-cctv-dan-jaminan-bpjs
Penulis : Arnelya NL



