Fajarnews.co, Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan permukaan air Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut membuat bekas permukiman warga yang sebelumnya terendam kembali terlihat di sejumlah titik.
Fenomena ini menjadi kali pertama bangunan-bangunan eks desa yang berada di kawasan genangan bendungan tampak begitu jelas sejak wilayah tersebut mulai digenangi pada 2023. Dinding rumah, sisa bangunan, hingga jejak permukiman lama muncul ke permukaan seiring menyusutnya volume air.
Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) menjelaskan bahwa penurunan muka air dipengaruhi oleh musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan biasanya. Pada kondisi normal, hanya sebagian kecil bangunan yang terlihat, namun kini area bekas permukiman tampak lebih luas.
Meski demikian, kondisi bendungan masih dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Pengelola memastikan pasokan air ke wilayah hilir tetap dapat dilakukan sesuai kebutuhan sehingga aktivitas pertanian tidak terganggu.
Bekas permukiman yang kini kembali terlihat merupakan kawasan yang telah dikosongkan sebelum penggenangan bendungan. Saat proses pembangunan, sebagian besar bangunan tidak dibongkar, sementara pembersihan hanya dilakukan terhadap vegetasi dan tanaman di area genangan.
Munculnya kembali sisa-sisa kampung tersebut menarik perhatian masyarakat dan menjadi pengingat perubahan besar yang terjadi akibat pembangunan infrastruktur sumber daya air. Selain menjadi fenomena musiman, kondisi ini juga menunjukkan dampak nyata perubahan debit air selama musim kemarau terhadap kawasan bendungan.



