Fajarnews.co, Tim Pengawas Haji DPR RI meningkatkan perhatian terhadap distribusi makanan dan layanan katering bagi jemaah Indonesia menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah dan Mina. Langkah ini dilakukan untuk memastikan persoalan keterlambatan maupun kekurangan konsumsi yang pernah terjadi pada musim haji sebelumnya tidak kembali terulang.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid menyebut pengawasan akan difokuskan pada masa kritis menjelang dan sesudah wukuf, terutama pada H-2 hingga H+1 pelaksanaan haji. Menurutnya, distribusi makanan menjadi aspek vital karena berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan dan stamina jemaah di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.
“Kami ingin memastikan layanan konsumsi benar-benar siap. Jangan sampai ada jemaah yang kesulitan mendapatkan makanan seperti yang pernah dikeluhkan tahun lalu,” ujarnya dalam keterangannya di Madinah.
Timwas DPR dijadwalkan kembali melakukan pengecekan langsung ke lokasi layanan di Mekah, Arafah, dan Mina untuk memastikan kesiapan vendor katering serta sistem distribusi makanan berjalan sesuai standar.
Sementara itu, Ketua Timwas Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurizal menilai secara umum penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan peningkatan pelayanan yang cukup signifikan. Ia mengungkapkan adanya sistem pengawasan katering yang dinilai lebih cepat dalam mendeteksi potensi masalah.
Salah satu temuan yang sempat muncul adalah adanya makanan yang tidak layak konsumsi dari salah satu vendor di Madinah. Namun, menurutnya, masalah tersebut segera diatasi sebelum makanan dibagikan kepada jemaah.
“Begitu ditemukan, makanan langsung ditarik dan vendor segera mengganti dengan yang baru. Ini menunjukkan sistem mitigasi sudah mulai berjalan lebih baik,” kata Cucun.
Selain konsumsi, DPR juga menyoroti peningkatan kualitas akomodasi jemaah reguler Indonesia. Berdasarkan hasil evaluasi tahap awal, ribuan jemaah reguler kini menempati hotel-hotel premium di kawasan sekitar Masjid Nabawi, yang sebelumnya identik dengan layanan haji khusus.
Beberapa hotel berbintang yang digunakan antara lain kawasan penginapan dekat Markaziyah Madinah, sehingga memudahkan akses ibadah jemaah lanjut usia maupun rombongan dengan mobilitas terbatas.
Timwas DPR berharap peningkatan layanan konsumsi dan penginapan tahun ini dapat memberikan kenyamanan lebih baik bagi jemaah Indonesia selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.



