KAI Dukung Proses Hukum Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Masuk Tahap Penyidikan

redaksi

Fajarnews.co,Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan sikap terbuka dan siap bekerja sama penuh dengan aparat penegak hukum terkait perkembangan kasus kecelakaan kereta yang terjadi di kawasan Bekasi Timur. Perkara tersebut kini resmi ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan oleh kepolisian setelah ditemukan sejumlah alat bukti awal.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa perusahaan mendukung penuh proses investigasi yang tengah berjalan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan peningkatan keselamatan perjalanan kereta api ke depan.

“Seluruh proses investigasi harus didukung secara optimal demi keselamatan operasional perkeretaapian di masa mendatang,” ujar Anne dalam keterangan yang dikutip dari detikcom, Sabtu (2/5).

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya mengonfirmasi bahwa penanganan kasus kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur telah resmi naik ke tahap penyidikan. Proses ini dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta pengumpulan barang bukti termasuk rekaman CCTV.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah 24 saksi diperiksa untuk memperdalam kronologi kejadian. Selain itu, tujuh orang lain yang diduga memiliki peran penting dalam operasional perjalanan kereta juga masih dalam proses pemeriksaan.

Para saksi tersebut berasal dari berbagai unsur operasional, mulai dari petugas pengendali perjalanan kereta, petugas sinyal, masinis KRL, hingga awak KA Argo Bromo Anggrek. Polisi juga turut melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri guna menelusuri kemungkinan adanya faktor teknis dalam insiden tersebut.

Salah satu fokus penyelidikan adalah dugaan gangguan pada sistem kelistrikan atau sinyal di lokasi kejadian yang diduga turut berpengaruh pada insiden tersebut.

Sementara itu, seorang sopir taksi online yang sempat terlibat dalam rangkaian kejadian masih berstatus sebagai saksi. Diketahui, yang bersangkutan baru beberapa hari bekerja sebagai pengemudi saat insiden terjadi.

Kepolisian menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus berjalan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang terjadi pada 17 Mei tersebut.

Related Post

Tinggalkan komentar