Sejumlah Kapal Tanker Dunia Mulai Lolos dari Ketegangan Selat Hormuz

redaksi

Fajarnews.co,Jakarta – Ketegangan di Selat Hormuz akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sempat mengganggu jalur distribusi energi global. Namun, dalam beberapa hari terakhir, situasi mulai menunjukkan pelonggaran setelah Iran mengizinkan sejumlah kapal tanker asing melintas secara terbatas.

Sejak konflik memanas pada 28 Februari, Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi hampir 20 persen distribusi minyak dunia sempat mengalami hambatan serius. Kebijakan pembatasan dari Iran membuat banyak kapal tertahan dan memicu kekhawatiran pasar energi internasional.

Meski demikian, berdasarkan data pelacakan pelayaran dari LSEG dan Kpler, sejumlah kapal tanker dari berbagai negara kini telah berhasil melewati jalur tersebut.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah kapal tanker terkait Jepang, Idemitsu Maru. Kapal berbendera Panama itu dilaporkan mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah asal Arab Saudi dan berhasil melintasi Selat Hormuz pada 28 April. Saat ini, kapal tersebut tengah berlayar menuju Nagoya, menjadikannya kapal pertama yang terafiliasi dengan Jepang yang lolos sejak konflik dimulai.

Sementara itu, kapal tanker lain bernama Crave yang juga berbendera Panama dilaporkan mengangkut gas minyak cair (LPG) dari Uni Emirat Arab dengan tujuan Indonesia. Namun, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah bahwa muatan kapal tersebut diperuntukkan bagi dalam negeri.

Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak akurat. Berdasarkan laporan dari Pertamina, tidak ada pengiriman LPG melalui kapal tersebut yang ditujukan ke Indonesia.

Perkembangan ini menunjukkan adanya sinyal pelonggaran dari Iran di tengah konflik yang masih berlangsung. Meski akses belum sepenuhnya normal, terbukanya jalur bagi kapal tanker asing memberikan sedikit harapan bagi stabilitas pasokan energi global yang sempat terguncang.

Situasi di Selat Hormuz masih dinamis, dan pelaku industri energi dunia terus memantau perkembangan kebijakan serta kondisi keamanan di kawasan tersebut.

Related Post

Tinggalkan komentar