Fajarnews.co,Jakarta – Tragedi gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon memicu reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Organisasi tersebut mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah diplomatik yang tegas di tingkat internasional.
Melalui jalur bilateral maupun forum multilateral, MUI menilai Indonesia perlu menuntut pertanggungjawaban atas serangan yang menyasar pos penjaga UNIFIL, misi perdamaian di bawah naungan PBB. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar serangan biasa, melainkan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Menurutnya, tindakan militer Israel yang menyerang pasukan penjaga perdamaian mencerminkan sikap yang semakin mengabaikan norma global. Ia menekankan bahwa pasukan perdamaian hadir untuk menjaga stabilitas, bukan menjadi korban kekerasan.
“Ini bukan hanya pelanggaran hukum internasional, tapi juga bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
MUI pun menuntut adanya investigasi yang transparan dan independen untuk mengungkap penyebab serta pihak yang bertanggung jawab. Mereka juga meminta PBB menjatuhkan sanksi tegas terhadap pelaku pelanggaran.
Di sisi lain, komunitas internasional didorong untuk tidak bersikap pasif. MUI menilai diamnya dunia hanya akan memperburuk situasi dan melemahkan perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian.
Insiden ini sendiri menewaskan tiga prajurit TNI yang tengah bertugas di Lebanon. Dua di antaranya dilaporkan meninggal akibat ledakan misterius, sementara satu prajurit, Praka Farizal Rhomadhon, gugur akibat proyektil yang menghantam area dekat pos Indonesia.
Kecaman juga datang dari berbagai pihak, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan pemerintah Indonesia. Menteri Luar Negeri bahkan telah mendesak digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian adalah prinsip yang tidak bisa ditawar, dan harus dijamin dalam kondisi apa pun.



