SINGAPURA – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengajukan pengunduran diri pada Jumat (30/1) di tengah gejolak pasar yang dipicu peringatan dari penyedia indeks global MSCI. Kekhawatiran akan potensi penurunan status Indonesia membuat nilai pasar tergerus lebih dari US$80 miliar atau sekitar Rp1.300 triliun.
Sekretaris perusahaan BEI menyatakan, pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab manajemen atas tekanan yang melanda pasar modal domestik.
Pada perdagangan Jumat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat memangkas penguatan dan bergerak datar. Sebelumnya, indeks acuan itu anjlok lebih dari 8 persen sepanjang Rabu dan Kamis, menjadi penurunan dua hari terdalam sejak April.
Sehari sebelumnya, otoritas Indonesia mengumumkan sejumlah kebijakan untuk menenangkan investor sekaligus merespons peringatan MSCI terkait struktur kepemilikan perusahaan dan transparansi perdagangan saham. MSCI menilai, jika persoalan tersebut tidak dibenahi, Indonesia berisiko diturunkan dari kategori emerging market menjadi frontier market.
Modal Asing Terus Keluar
Tekanan pasar juga diperparah oleh derasnya arus keluar modal asing. Investor global khawatir terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memperlebar defisit fiskal serta meningkatkan peran negara dalam sistem keuangan.
Kepercayaan pasar semakin terguncang setelah Prabowo menunjuk keponakannya, Thomas Djiwandono, sebagai pejabat bank sentral bulan ini. Langkah tersebut menyusul pemecatan mendadak Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada tahun lalu, yang selama ini dipandang sebagai simbol disiplin fiskal Indonesia.
Regulator menyebut komunikasi dengan MSCI sejauh ini berlangsung konstruktif. Pemerintah masih menunggu tanggapan atas paket kebijakan yang diajukan dan berharap langkah-langkah tersebut dapat diterapkan dalam waktu dekat agar isu ini bisa diselesaikan pada Maret.
Meski respons itu sedikit meredakan tekanan, sentimen pasar dinilai masih rapuh.
“Para pembuat kebijakan jelas ingin memperbaiki situasi ini,” ujar Paul Dmitriev, analis senior dan manajer portofolio Global X ETFs. Menurutnya, pemerintah memiliki insentif besar untuk segera bertindak karena arus keluar dana secara sistemik dapat berdampak signifikan terhadap pasar.
Data bursa menunjukkan investor asing mencatatkan penjualan bersih sekitar US$645 juta (Rp10,8 triliun) dalam dua hari terakhir. Sepanjang 2025, total penjualan bersih asing di pasar saham Indonesia telah mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun.
Rekam Jejak Iman Rachman
Iman Rachman resmi menjabat sebagai Direktur Utama BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 29 Juni 2022. Ia memulai karier di pasar modal sebagai Manajer di PT Danareksa Sekuritas pada 1998–2003, sebelum berkarier sebagai Direktur Investment Banking di PT Mandiri Sekuritas hingga 2016.
Ia kemudian menjabat Direktur Keuangan di Pelindo II (2016–2018) dan Pelindo III (2018–2019). Sebelum memimpin BEI, Iman sempat menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (2019–2020) serta Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina (Persero) pada 2020–2022.



