Disdik Kukar Cari Solusi bagi 200 Calon Siswa SMP yang Belum Tertampung

redaksi

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara, Minggu (12/07/2026) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat mencari solusi atas masih adanya sekitar 200 calon peserta didik jenjang SMP yang belum mendapatkan sekolah pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat untuk mengevaluasi daya tampung sekolah sesuai arahan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. Evaluasi tersebut akan mengacu pada ketentuan dan standar yang telah ditetapkan pemerintah melalui surat keputusan yang diusulkan ke kementerian.

“Kami segera merapatkan persoalan ini. Semua harus didasarkan pada SK yang kami usulkan ke kementerian karena setiap ruang kelas memiliki standar kapasitas. Namun kami juga berupaya agar jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak bersekolah,” ujar Heriansyah.

Ia menjelaskan, Disdikbud akan melakukan peninjauan kembali terhadap sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota kosong agar dapat dimanfaatkan untuk menampung calon peserta didik yang belum memperoleh tempat.

“Kami akan melakukan review kembali terhadap data siswa yang belum tertampung dan mencarikan solusi. Salah satunya dengan melihat apakah masih ada sekolah yang memiliki kuota kosong sehingga bisa kami arahkan ke sana,” katanya.

Menurut Heriansyah, peningkatan jumlah lulusan SD yang melanjutkan ke jenjang SMP menjadi salah satu penyebab bertambahnya kebutuhan daya tampung tahun ini. Karena itu, pemerintah berupaya memaksimalkan fasilitas pendidikan yang sudah tersedia.

“Sekitar 200 siswa masih belum tertampung. Kami akan memaksimalkan ruang kelas yang ada. Pesan Pak Bupati sangat tegas, jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak bersekolah,” ungkapnya.

Selain memanfaatkan kapasitas sekolah yang tersedia, Disdikbud juga mulai mengkaji sejumlah alternatif apabila diperlukan, termasuk penyesuaian pola pembelajaran. Namun seluruh langkah yang diambil tetap akan mempertimbangkan ketersediaan tenaga pendidik serta tidak bertentangan dengan regulasi yang berlaku.

Heriansyah juga meminta para orang tua calon peserta didik yang hingga kini belum memperoleh sekolah agar tetap tenang dan memberikan waktu kepada pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami menyampaikan kepada seluruh orang tua murid yang saat ini anaknya belum tertampung agar bersabar. Dinas Pendidikan sedang berusaha mencarikan solusi. Kami patuh pada arahan Pak Bupati bahwa jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak bersekolah. Di satu sisi kami juga tidak ingin melanggar regulasi, tetapi di sisi lain kami ingin memastikan seluruh anak tetap memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan,” tegasnya.

Related Post

Tinggalkan komentar