Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Upaya menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Baznas, dan Polres Kutai Kartanegara. Sebanyak sembilan rumah warga berhasil direnovasi dan diresmikan secara simbolis di Gang Bubuhan, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus memperlihatkan sinergi lintas lembaga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menilai program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) merupakan contoh nyata kolaborasi yang memberikan dampak langsung bagi warga.
“Rumah yang kita resmikan hari ini merupakan hasil kerja bersama antara Polres Kutai Kartanegara dengan Pemerintah Kabupaten melalui Baznas. Program ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Aulia, perubahan kondisi rumah yang sebelumnya kurang layak menjadi tempat tinggal yang nyaman telah menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat. Karena itu, ia berharap kerja sama serupa dapat terus dilanjutkan pada berbagai kesempatan mendatang.
“Melihat langsung kebahagiaan warga menjadi semangat bagi kami agar program seperti ini terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar menjelaskan, pelaksanaan program di Kukar mencakup sembilan unit rumah. Delapan unit dibangun melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Kukar, sedangkan satu unit lainnya mendapat dukungan dari perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Loa Janan.
Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Kalimantan Timur dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Secara keseluruhan, jajaran Polda Kaltim menargetkan renovasi sebanyak 80 rumah di berbagai daerah.
“Harapan kami, sinergi yang sudah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Kukar ini dapat terus dipertahankan sehingga semakin banyak warga yang memperoleh manfaat,” ungkap Khairul.
Salah seorang penerima bantuan, Yayuk (57), mengaku bersyukur atas renovasi rumah yang telah lama diimpikannya. Selama hampir dua dekade ia tinggal di rumah dengan kondisi yang memerlukan perbaikan, namun keterbatasan ekonomi membuatnya belum mampu melakukan renovasi secara mandiri.
Setelah proses pengerjaan sekitar tiga pekan, rumah yang ditempatinya kini berubah menjadi lebih aman, bersih, dan nyaman untuk dihuni.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan merasa terbantu sekali. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu,” tutur Yayuk.



