Penutupan Warung di Samboja Disorot, DPRD Kukar Ingatkan Dampak ke Ekonomi Warga

redaksi

Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Selasa (21/04/2026) – Penutupan warung makan Tahu Sumedang di kawasan Km 50 Samboja tidak hanya menjadi persoalan penertiban, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi masyarakat.

Anggota DPRD Kukar, Rahmat Dermawan, menilai keberadaan usaha tersebut selama ini memberi kontribusi nyata, baik dalam membuka lapangan kerja maupun mendorong perputaran ekonomi lokal.

Bahkan, usaha itu disebut turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutai Kartanegara hingga miliaran rupiah setiap tahun.

Rahmat menegaskan, kebijakan penertiban oleh Otorita Ibu Kota Nusantara harus mempertimbangkan aspek sosial, terutama bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.

“Banyak kepala keluarga yang hidup dari usaha itu. Ini yang harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Ia menilai, pemerintah tidak cukup hanya melihat persoalan dari sisi administratif semata, tetapi juga perlu memperhitungkan dampak luas yang ditimbulkan.

Selain itu, ia juga mendorong agar penilaian dilakukan secara proporsional, termasuk melihat skala penggunaan lahan serta dampak lingkungan yang sebenarnya terjadi.

Menurutnya, kondisi ini menjadi ironi di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, namun di sisi lain usaha yang sudah berjalan justru dihentikan.

Rahmat memastikan DPRD Kukar akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut dan mendorong solusi yang tidak merugikan masyarakat.

Related Post

Tinggalkan komentar