Hilirisasi Sawit di Kukar Bergantung pada Kesiapan SDM

redaksi

Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Sabtu (07/03/2026) – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting dalam mendukung program hilirisasi industri, khususnya pada sektor kelapa sawit.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa pembangunan pabrik pengolahan sawit dan penguatan industri turunannya tidak hanya bergantung pada investasi maupun infrastruktur, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Menurutnya, hilirisasi bukan sekadar membangun pabrik, tetapi juga menciptakan ekosistem industri yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

“Hilirisasi itu bukan hanya soal membangun pabrik, tetapi bagaimana kita menyiapkan sistem industri yang bisa memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, tanpa kesiapan SDM yang memadai, proses hilirisasi berpotensi tidak berjalan optimal meskipun fasilitas industri telah tersedia.

“Kalau industrinya ada tetapi sumber daya manusianya tidak siap, tentu proses hilirisasi tidak akan berjalan maksimal,” katanya.

Karena itu, Pemkab Kukar mendorong berbagai program peningkatan kapasitas tenaga kerja agar masyarakat lokal dapat terlibat langsung dalam pengembangan industri di daerah.

“Kita ingin masyarakat Kukar bisa menjadi bagian dari industri yang tumbuh di daerahnya sendiri, sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Bupati menegaskan bahwa tujuan utama hilirisasi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah.

Dengan dukungan SDM yang kuat dan terampil, Kukar diharapkan mampu bersaing dalam pengembangan industri berbasis sumber daya alam serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.

Related Post

Tinggalkan komentar