Fajarnews.co, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan proses pencairan Beasiswa Kukar Idaman Terbaik Tahap Kedua akan segera berlangsung pada awal pekan depan. Kepastian ini diberikan setelah gelombang keluhan dari para mahasiswa menguat akibat penundaan pencairan yang sebelumnya dijanjikan pada Oktober. Para penerima bahkan sempat menagih kepastian melalui media sosial kepada Wakil Bupati Rendi Solihin.
Penjelasan resmi disampaikan Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, yang memastikan bahwa seluruh prosedur percepatan sudah digerakkan. Ia menyampaikan bahwa tindak lanjut dilakukan setelah mendapat arahan langsung dari Bupati. “Atas perintah Pak Bupati, saya sudah berkoordinasi dengan bagian Kesra, BPKD, hingga Kantor Perbendaharaan. Insya Allah Senin atau Selasa sebagian sudah mulai masuk ke rekening penerima,” ujarnya pada Sabtu, 15 November 2025.
Menurut Sunggono, alasan utama keterlambatan pencairan berkaitan dengan kesiapan anggaran yang baru disahkan pada awal November. Dana beasiswa tahap kedua masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), sehingga pengurusan administrasi tidak dapat dilakukan sebelum dokumen itu ditetapkan. Ia menegaskan bahwa proses seperti input Rencana Kerja Anggaran (RKA), penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), dan tahap teknis lainnya baru dapat dimulai setelah anggaran tersedia secara resmi.
Selain itu, Sunggono menjelaskan bahwa pencairan tidak bisa dilakukan sekaligus karena jumlah penerima mencapai lebih dari 4.000 orang. Sistem pembayaran harus berjalan secara bertahap agar penyaluran dapat diproses dengan benar. “Memosting dana ke lebih dari 4.000 penerima tidak bisa dilakukan sekaligus. Sistemnya berjalan bertahap,” katanya.
Pemkab Kukar telah menyiapkan alokasi sekitar Rp16 miliar untuk tahap pencairan kali ini. Dana tersebut diarahkan sepenuhnya untuk menjamin pemenuhan hak seluruh mahasiswa yang telah terdaftar sebagai penerima. Pemerintah juga memastikan tidak ada penerima yang akan terlewat dari proses penyaluran.
Sunggono memaparkan bahwa dokumen-dokumen penting untuk pencairan, seperti Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA), Surat Permintaan Pembayaran (SPP), Surat Perintah Membayar (SPM), hingga penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), sedang dikebut penyelesaiannya. Ia menyebut bahwa seluruh instansi terkait telah bergerak bersama agar tidak ada lagi penundaan.
Melalui rangkaian percepatan tersebut, pemerintah berharap beasiswa dapat segera diterima mahasiswa sesuai jadwal baru. Sunggono menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk menuntaskan seluruh proses tanpa kendala tambahan. “Insya Allah, kami pastikan seluruhnya dapat terbayarkan,” ujarnya menutup pernyataannya.



