Pemkab Kukar Tetap Optimistis Jalankan Program 2026 di Tengah Efisiensi Anggaran

redaksi

Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin (Ist)

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan seluruh program prioritas pembangunan tetap dijalankan pada tahun 2026, meski daerah saat ini sedang melakukan efisiensi besar-besaran. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kukar, Jumat (8/11/2025).

Menurut Rendi Solihin, kondisi penurunan pendapatan daerah memang menjadi tantangan tersendiri, namun bukan hal baru bagi Kukar. Pemerintah sudah memiliki pengalaman menghadapi situasi serupa ketika pandemi COVID-19, saat pendapatan daerah juga menurun drastis.

“Di tengah efisiensi yang terjadi, kami tetap optimistis. Ini bukan hal baru bagi Kukar. Dulu saat pandemi kita juga menghadapi kondisi yang sama, dan terbukti bisa berjalan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD telah menyepakati sejumlah langkah untuk menjaga agar seluruh kegiatan pembangunan berjalan efektif. Salah satunya dengan menyusun prioritas yang benar-benar berdampak langsung pada masyarakat.

Rendi Solihin juga menegaskan, paradigma kerja pemerintah juga terus diperbaiki. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tidak lagi berorientasi pada administrasi dan laporan semata, melainkan pada hasil nyata di lapangan.

“Jangan lagi pakai pola lama. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Tidak boleh lagi program hanya berhenti di dokumen,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah rapat intensif bersama Bupati dan jajaran TAPD telah dilakukan untuk memastikan arah pembangunan tahun depan tetap sejalan dengan visi daerah. Setiap satuan kerja diminta fokus pada efisiensi penggunaan anggaran tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, Pemkab Kukar juga memastikan keterlibatan DPRD dalam setiap tahapan pembahasan anggaran agar keputusan yang diambil dapat berjalan transparan dan tepat sasaran. Rendi menilai, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas fiskal daerah.

Dengan kolaborasi yang kuat, ia optimistis Kutai Kartanegara dapat tetap melanjutkan pembangunan tanpa kehilangan arah, meski harus beradaptasi dengan kondisi efisiensi anggaran.

“Yang penting, arah dan semangat kita tidak berubah. Pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat harus terus berjalan,” pungkasnya. (jnl)

Related Post

Tinggalkan komentar