Fajarnews.co, Polisi masih mendalami temuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Salah satu fokus penyelidikan adalah kerja sama antara Yayasan Harapan Ibu (HI) dan PT Lokta Karya Perbakin yang berkaitan dengan kegiatan olahraga menembak.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyidik telah memeriksa 13 saksi untuk mengungkap asal-usul serta keberadaan senjata di lingkungan sekolah tersebut.
Sejumlah saksi yang diperiksa berasal dari Polres Metro Jakarta Selatan, pihak yayasan, hingga PT Lokta Karya Perbakin yang diketahui memiliki izin impor.
Penyidik juga meminta keterangan dari pengurus yayasan periode 2025 hingga 31 Mei 2026, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin Alhadid Endar Putra, pihak yang pertama memberikan informasi mengenai temuan senjata, serta kepala sekolah tingkat SD.
Polisi turut menelusuri dokumen perjanjian kerja sama atau PKS antara pihak yayasan dengan perusahaan tersebut. Dokumen itu menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk memastikan dasar keberadaan senjata dan pelaksanaan kegiatan olahraga menembak di lingkungan sekolah.
“Ini masih juga didalami. Ada dokumen yang diserahkan untuk pelaksanaan yang disampaikan adanya ekstrakurikuler. Ini masih dilakukan pendalaman oleh penyidik apakah sesuai dengan PKS ini pernah sudah ditandatangani, dilaksanakan, ataupun belum dilaksanakan,” ujar Budi.
Keterangan mengenai penggunaan senjata sebagai bagian dari ekstrakurikuler menembak sebelumnya disampaikan oleh pihak PT Lokta Karya Perbakin. Namun, polisi masih memeriksa kesesuaian klaim tersebut dengan dokumen kerja sama dan kondisi di lapangan.
Selain soal kegiatan ekstrakurikuler, penyidik juga memusatkan perhatian pada legalitas dan tata kelola penyimpanan senjata. Polisi masih menelusuri asal-usul kepemilikan, penguasaan, perizinan, serta rekomendasi penyimpanan barang-barang tersebut.
“Saat ini penyelidikan masih fokus tentang asal-usul kepemilikan, penguasaan, perizinan, serta tentang rekomendasi penyimpanan barang-barang tersebut,” kata Budi.
Sebelumnya, polisi menemukan ratusan senjata dari berbagai jenis di lingkungan yayasan sekolah tersebut. Barang yang ditemukan antara lain 995 airsoft gun dan satu senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan keberadaan ratusan airsoft gun berkaitan dengan kerja sama Yayasan Harapan Ibu dan PT Lokta Karya Perbakin dalam kegiatan olahraga menembak air rifle.
Sementara itu, senjata api yang ditemukan diketahui tercatat sebagai milik seseorang berinisial DS, yang disebut merupakan direktur PT Lokta Karya Perbakin. Polisi kemudian menemukan fakta bahwa DS telah meninggal dunia.
Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan status hukum, kepemilikan, perizinan, serta mekanisme penyimpanan seluruh senjata yang ditemukan di lokasi.



