Ayah Bunuh Dua Anaknya di Samarinda, Motif Ekonomi dan Cekcok Rumah Tangga

redaksi

Tersangka (W) ditangkap akibat kasus pembunuhan dua anak kandungnya yang masih balita. Foto/Kompas/Pondawa Borniat

Fajarnews.co, Samarinda – Kepolisian Polresta Samarinda akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan keji terhadap dua balita yang terjadi di Kecamatan Sungai Kunjang. Tersangka yang tak lain adalah ayah kandung korban sendiri, kini telah diamankan. Peristiwa ini memicu keprihatinan publik karena motif pembunuhan disebut sangat memilukan.

Kapolresta Samarinda, AKBP Hendri Umar, dalam konferensi pers pada Selasa (29/7/2025) menjelaskan latar belakang tragedi itu. Ia menyebut bahwa pelaku W (24) mengalami tekanan berat akibat pertengkaran rumah tangga yang tak kunjung reda serta kehilangan pekerjaan. “Sejak tidak bekerja, pelaku tak lagi memiliki penghasilan tetap dan sering bertengkar dengan istrinya yang merasa tidak dinafkahi,” ungkap Hendri.

Menurut penyelidikan polisi, tindakan pembunuhan itu bukan terjadi secara spontan. Pelaku ternyata telah menyusun rencana pembunuhan, dan hari kejadian menjadi puncak dari kekacauan dalam rumah tangga mereka. “Kami temukan bahwa ini bukan emosi sesaat, melainkan sudah direncanakan,” ujar AKBP Hendri.

Setelah sang istri meninggalkan rumah untuk bekerja, pelaku sempat membawa kedua anaknya ke arah kolam. Namun niat awal untuk menenggelamkan mereka berubah, dan akhirnya ia memilih untuk mencekik korban satu per satu di dalam rumah. Korban pertama adalah anak bungsu berusia 2 tahun, diikuti kakaknya yang baru berusia 4 tahun.

Tidak hanya itu, pelaku sempat melukai ibu mertuanya yang datang setelah mendengar kejadian mencurigakan di rumah. Aksi brutal tersebut membuat proses hukum terhadap tersangka dipastikan berjalan dengan pasal berlapis. Pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman penjara seumur hidup.

Kini, pihak kepolisian tengah menunggu hasil otopsi dari jenazah kedua balita. Selain itu, pemeriksaan psikologis terhadap tersangka juga sedang berlangsung untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. “Kami akan tuntaskan penyidikan dengan cermat,” tegas Kapolresta.

Tragedi ini mengguncang masyarakat Samarinda. Banyak warga dan pemerhati anak mengutuk kejadian ini dan mendesak agar ada perhatian lebih terhadap persoalan ekonomi keluarga dan kesehatan mental orang tua agar insiden serupa tidak terulang.

Sumber : https://berauterkini.co.id/tak-punya-penghasilan-dan-sering-cekcok-jadi-motif-ayah-muda-di-samarinda-tega-habisi-dua-anaknya/
Penulis : Arnelya NL

Related Post

Tinggalkan komentar