Dedi Mulyadi Kecam Perusakan Retreat di Sukabumi, Janji Kawal Proses Hukum

redaksi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Ist)

Fajarnews.co, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengecam keras tindakan perusakan rumah di Cidahu, Sukabumi, yang digunakan sebagai tempat retreat pelajar Kristen. Ia menyebut tindakan warga tersebut merupakan tindak pidana yang harus diproses secara hukum. “Peristiwa perusakan…merupakan peristiwa pidana yang harus disikapi secara hukum,” ujarnya.

Dedi sudah mengunjungi lokasi kejadian dan bertemu dengan keluarga Pak Yongki, korban insiden tersebut. Ia menyatakan rumah itu dihuni oleh sembilan orang yang sudah berdomisili sebagai warga Desa Tangkil. Tindakan warga yang menyerang secara beramai-ramai dianggap tidak bisa ditoleransi.

Kerusakan pada rumah termasuk taman, gazebo, MCK, hingga gerbang dan sepeda motor. Menurut Dedi, ia menanggung seluruh biaya perbaikan kerusakan dengan mengirim uang sebesar Rp100 juta. “Kerusakannya ditanggung oleh saya sendiri,” kata Dedi.

Polisi menyatakan rumah yang diserang merupakan rumah singgah yang oleh warga diduga dijadikan tempat ibadah. Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Aah Saifulrohman mengatakan, “Tempat itu adalah rumah singgah yang diduga masyarakat jadi tempat ibadah.” Ia memastikan tidak ada perusakan tempat ibadah resmi atau gereja.

Menurut Aah, kejadian itu berlangsung pada Jumat (27/6), dan situasi kini telah kondusif. Musyawarah antara warga, tokoh agama, dan unsur Muspika telah dilakukan. Polisi menyatakan proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan.

Penyelidikan dilakukan terhadap perusakan sejumlah fasilitas rumah singgah tersebut. “Yang rusak area taman, gazebo, fasilitas MCK, satu unit motor dan gerbang rumah,” ujarnya. Polisi tetap mengedepankan ketertiban dan hukum.

Di sisi lain, Kepala Desa Tangkil, Ijang Sehabudin, mengatakan bahwa warga merasa terganggu karena rumah singgah digunakan sebagai tempat ibadah. Ia menyebutkan pemilik villa sudah diberi imbauan namun tidak diindahkan. Hal ini memicu kemarahan warga.

Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya hidup rukun dan saling menghargai di tengah keberagaman. “Mari kita junjung tinggi toleransi, kebersamaan, demi Jawa Barat istimewa dan Indonesia maju,” katanya. Ia berjanji akan mengawal proses hukum hingga tuntas dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250630183256-20-1245302/demul-perusakan-retreat-kristen-di-sukabumi-peristiwa-pidana
Penulis : Arnelya NL

Related Post

Tinggalkan komentar