Wamensos Pantau Progres Sekolah Rakyat di Tiga Daerah

redaksi

Fajarnews.co, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meninjau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Progres pembangunan dibahas dalam pertemuan bersama perwakilan pemerintah daerah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (5/8).

Dalam pertemuan tersebut, Agus Jabo menegaskan bahwa keberhasilan program Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi diperlukan sejak tahap penyediaan lahan, pembangunan fasilitas, hingga operasional sekolah.

“Tinggal jenengan mengelola. Saya minta tolong, bupati dan jajarannya mendukung kepala sekolah dan kebutuhan-kebutuhan yang ada di sekolah itu,” ujar Agus Jabo.

Ia menjelaskan, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program tersebut diharapkan membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa dipungut biaya.

“Presiden Prabowo ingin memastikan kemiskinan tidak terus diwariskan. Sekolah Rakyat menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pelaksana Tugas Bupati Kuantan Singingi, Muklisin, melaporkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di wilayahnya telah mencapai sekitar 90 persen. Fasilitas yang berada di kawasan Sport Center Teluk Kuantan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Agustus 2026.

“Alhamdulillah, kami menjadi daerah pertama di Provinsi Riau yang mendapat pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat,” ujar Muklisin.

Ia menambahkan, kebutuhan tenaga pendidik, wali asuh, hingga pengelola asrama telah dipersiapkan. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 28 Agustus, kemudian dilanjutkan dengan program matrikulasi mulai 31 Agustus.

Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, juga terus berjalan di atas lahan seluas 6,5 hektare di Desa Sambalibali, Kecamatan Luyo. Lahan tersebut merupakan hibah dari Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud.

Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, mengatakan daerahnya menjadi salah satu dari dua lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Barat.

“Alhamdulillah, Kabupaten Polewali Mandar mendapat kesempatan membangun Sekolah Rakyat, dan lahan yang digunakan merupakan hibah dari Bapak Bupati,” katanya.

Di Kabupaten Probolinggo, proses pembangunan masih menunggu penyelesaian administrasi lahan. Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini atau Lora Fahmi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 5,2 hektare dan tengah melengkapi kebutuhan hingga mencapai sekitar 7 hektare.

“Alhamdulillah, lahan yang siap sudah 5,2 hektare. Sisanya berasal dari tanah kas desa yang telah mendapat persetujuan melalui musyawarah desa dan kini masih dalam proses administrasi. Kami berharap pembangunan tahap ketiga segera dimulai,” ujar Lora Fahmi.

Pemerintah berharap pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah dapat selesai sesuai target sehingga semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

Related Post

Tinggalkan komentar