Sudaryono Pimpin BGN, Tiga Tantangan Besar Program Makan Bergizi Gratis Jadi Sorotan

redaksi

Fajarnews.co, Sudaryono resmi mengemban tugas sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7/2026). Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian dan kini menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Pergantian kepemimpinan di BGN memunculkan harapan baru terhadap peningkatan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah pengamat menilai fokus utama yang perlu dilakukan bukan lagi sekadar memperluas jangkauan penerima manfaat, melainkan memperkuat tata kelola agar program berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Program MBG yang kini menjangkau jutaan penerima manfaat menjadi salah satu program sosial terbesar pemerintah. Besarnya cakupan tersebut menuntut sistem distribusi, pengawasan, dan pengelolaan anggaran yang semakin solid agar manfaat yang diberikan benar-benar dirasakan masyarakat.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, menilai terdapat tiga pekerjaan rumah utama yang perlu menjadi perhatian kepemimpinan baru BGN.

Pertama, memperbaiki tata kelola program melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan kualitas layanan, serta memastikan bantuan diterima oleh kelompok yang tepat sasaran. Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah dapur umum atau porsi makanan yang disalurkan, tetapi dari dampaknya terhadap perbaikan status gizi masyarakat.

Kedua, membangun rantai pasok pangan yang lebih terintegrasi. Latar belakang Sudaryono di sektor pertanian dinilai menjadi modal untuk memperkuat keterlibatan petani, peternak, nelayan, koperasi, hingga pelaku UMKM dalam penyediaan bahan pangan. Dengan demikian, program MBG diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketiga, memperkuat sistem pengendalian dan evaluasi program. Langkah ini mencakup penyusunan basis data penerima manfaat yang lebih akurat, audit terhadap dapur penyedia makanan, standardisasi pemasok, hingga penyusunan mekanisme penanganan cepat apabila terjadi persoalan di lapangan, termasuk kasus keracunan makanan.

Rizal juga menilai kedekatan Sudaryono dengan Presiden Prabowo dapat mempermudah koordinasi lintas kementerian dalam menjalankan program. Namun, menurutnya, dukungan politik harus diiringi dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel agar reformasi kelembagaan benar-benar terwujud.

Dengan kepemimpinan baru di BGN, pemerintah diharapkan mampu meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis, tidak hanya sebagai program bantuan sosial, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi nasional melalui penguatan sektor pangan.

Related Post

Tinggalkan komentar