Fajarnews.co, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan kinerja operasional yang relatif stabil pada tiga bulan pertama 2026 di tengah proses transformasi bisnis yang terus berjalan. Perusahaan menegaskan fokus pada disiplin operasional, efisiensi, serta penguatan portofolio layanan digital di berbagai segmen usaha.
Pada periode kuartal I 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sekitar Rp37,2 triliun dengan pertumbuhan tipis secara tahunan. Kinerja ini diikuti EBITDA yang tetap terjaga di level sehat, serta laba bersih yang dipengaruhi oleh proses penyesuaian bisnis dan akselerasi transformasi internal perusahaan.
Perseroan menyebut penurunan pada sebagian indikator laba bersifat sementara karena dipengaruhi kebijakan depresiasi yang dipercepat serta penataan ulang struktur bisnis. Namun secara operasional, arus kas tetap menunjukkan pertumbuhan yang didorong pengelolaan biaya yang lebih efisien dan perbaikan proses penagihan.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan tahun 2026 menjadi periode penting bagi perusahaan untuk mempercepat implementasi strategi transformasi jangka panjang yang berfokus pada peningkatan nilai perusahaan dan penguatan daya saing.
Ia menegaskan bahwa Telkom terus melakukan perbaikan berkelanjutan di seluruh lini bisnis untuk menjaga kinerja tetap solid di tengah dinamika industri telekomunikasi yang semakin kompetitif.
Pada segmen layanan seluler dan broadband, kinerja Telkomsel tercatat tetap tumbuh dengan dukungan peningkatan penggunaan layanan data. Pertumbuhan trafik digital turut mendorong peningkatan kualitas pendapatan, seiring upaya perusahaan memperkuat jaringan dan pengalaman pelanggan.
Selain itu, strategi penyederhanaan produk dan penyesuaian harga dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap stabilitas pasar, yang tercermin dari peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna.
Di sisi infrastruktur, bisnis menara dan layanan fiber menunjukkan kontribusi yang tetap tumbuh seiring ekspansi jaringan dan peningkatan kebutuhan konektivitas di berbagai sektor. Penguatan infrastruktur digital ini menjadi salah satu penopang utama strategi jangka panjang perusahaan.
Sementara itu, bisnis data center dan layanan digital enterprise terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya Telkom memperluas portofolio di sektor teknologi. Permintaan layanan komputasi dan penyimpanan data dinilai masih tinggi sejalan dengan percepatan digitalisasi industri.
Perusahaan juga melanjutkan langkah restrukturisasi portofolio bisnis melalui penyederhanaan unit usaha dan penguatan model holding-operating company. Sejumlah aksi korporasi, termasuk konsolidasi dan divestasi aset non-inti, dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan fokus bisnis.
Di sisi investasi, Telkom tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur digital dengan alokasi belanja modal yang diarahkan pada penguatan jaringan inti dan pengembangan platform digital. Perusahaan menegaskan strategi investasi dilakukan secara selektif untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi.
Telkom menyebut transformasi yang sedang dijalankan tidak hanya berfokus pada kinerja jangka pendek, tetapi juga pada pembentukan struktur bisnis yang lebih ramping, adaptif, dan siap menghadapi perubahan teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan dan kebutuhan digital yang terus meningkat.
Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap dapat memperkuat posisi di industri telekomunikasi dan digital nasional serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.



