Fajarnews.co, Balikpapan – Upaya penyelundupan sabu-sabu ke Kalimantan Timur kembali digagalkan aparat. Kali ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Timur menangkap empat warga negara asing (WNA) asal Malaysia yang diduga menjadi kurir narkotika. Mereka mencoba membawa masuk hampir 5 kilogram sabu melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Penangkapan pertama terjadi pada 11 Juni 2025. Dua WNA bernama Mohn Walid dan Muhammad Amirul ditangkap sesaat setelah mendarat. Mereka kedapatan membawa 1,94 kilogram sabu yang ditempelkan di perut menggunakan metode body strapping.
“Modus seperti ini cukup sering dipakai jaringan narkotika, tetapi kali ini aksi tersebut terendus BNN,” ujar Kepala BNN Kalimantan Timur Brigjen Pol Rudi Hartono saat konferensi pers, Kamis (10/7/2025). Ia menjelaskan bahwa pengawasan di bandara diperketat, terutama pada penerbangan internasional.
Namun usaha jaringan ini belum berhenti. Sembilan hari setelah penangkapan pertama, pada 20 Juni 2025, dua WNA lain kembali mencoba cara serupa. Kali ini, Mohammad Hafizul dan Mohamad Taslim mencoba menyelundupkan 3,98 kilogram sabu dari Kuala Lumpur ke Balikpapan menggunakan pesawat AirAsia.
Brigjen Rudi Hartono membenarkan adanya dua kejadian penyelundupan dalam waktu berdekatan. “Jadi ada empat WNA yang terlibat. Mereka semuanya menggunakan jalur udara,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa Malaysia merupakan negara asal keberangkatan seluruh pelaku.
Salah satu tersangka, Mohammad Hafizul, mengaku menjadi kurir karena alasan ekonomi. “Untuk operasi jantung,” ujarnya saat dimintai keterangan. Ia juga mengatakan ini adalah kali pertamanya melakukan aksi penyelundupan dan dibayar sekitar 8–10 ribu ringgit Malaysia (sekitar Rp 30–36 juta).
BNN Kaltim menyatakan bahwa pengungkapan ini adalah bagian dari upaya memperketat jalur masuk narkotika melalui udara. Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan disebut sebagai salah satu pintu masuk utama yang kerap dimanfaatkan jaringan internasional. Rudi mengingatkan bahwa peran petugas bandara menjadi kunci dalam mencegah peredaran narkoba.
Untuk memperkuat pengawasan, personel BNN kini ditempatkan secara khusus di Bandara SAMS. “Tinggal di Samarinda saja yang belum. Itu juga kami gabungan bersama Bea Cukai,” pungkas Rudi. Ia juga menekankan perlunya pengawasan ketat baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Sumber : https://regional.kompas.com/read/2025/07/10/174317178/aksi-licik-wna-malaysia-selundupkan-narkoba-ke-balikpapan-bnn-ungkap?page=2
Penulis : Arnelya NL



