Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang makin kompetitif, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara mengambil langkah konkret dengan mendorong program sertifikasi keahlian bagi pemuda daerah. Program ini diproyeksikan menjadi gerbang utama menuju pasar kerja yang semakin selektif, khususnya menjelang aktifnya kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sabtu, 29 Maret 2025, Derry Wardhana selaku Kabid Kepemudaan dan Kewirausahaan menyampaikan pentingnya legalitas kompetensi dalam bentuk sertifikasi nasional. Menurutnya, hanya dengan pengakuan resmi tersebut, pemuda Kukar dapat bersaing di level lebih luas.
Potensi anak muda Kukar, menurut Derry, tak kalah dari daerah lain. Namun tanpa dukungan berupa pelatihan dan sertifikasi yang terstruktur, peluang untuk bersaing akan lebih sulit. Oleh karena itu, penguatan kapasitas menjadi prioritas utama Dispora.
Pada 2023, sebanyak 40 konten kreator berhasil mengikuti dan lulus dalam uji sertifikasi nasional yang digelar Dispora. Di tahun 2024, program ini diperluas untuk menjangkau profesi lain yang sedang berkembang di industri digital dan kreatif.
Sebanyak 25 editor video dan 25 pelaku di bidang Manajemen Acara (MICE) kini turut mendapat akses pelatihan dan sertifikasi serupa. Penambahan 25 konten kreator baru juga menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan sektor kreatif yang disasar program ini.
Tidak hanya solusi jangka pendek, program ini dipandang Dispora Kukar sebagai investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Pemuda produktif dan adaptif menjadi kunci menghadapi dinamika pasar kerja masa depan.
Ruang pengembangan di sektor teknologi, digital marketing, dan kewirausahaan pun sedang disiapkan oleh Dispora sebagai langkah lanjutan. Derry menyebutkan bahwa peluang kerja masa kini menuntut pemuda yang fleksibel, terampil, dan siap terhubung secara digital.
Melalui dukungan penuh dari pemerintah daerah, sertifikasi nasional ini diharapkan mampu membuka pintu lebih luas bagi pemuda Kukar untuk menembus dunia kerja, baik lokal maupun nasional. Kompetensi yang diakui secara formal akan menjadi bekal utama mereka dalam bersaing.
Adv/DisporaKukar
Penulis : Arnelya NL



