Fajarnews.co, Korps Marinir TNI Angkatan Laut mulai melatih ribuan calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) melalui program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad).
Pelatihan yang digelar di kawasan Pasmar 1 Cilandak, Jakarta Selatan, tersebut diikuti lebih dari 1.500 peserta yang akan dipersiapkan menjadi pengelola program pemberdayaan ekonomi desa dan kawasan pesisir.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, Kolonel Marinir Rana Karyana, menjelaskan sebanyak 669 peserta KDMP menjalani pendidikan di Satuan Pendidikan Brigif 1 Marinir, sementara 865 peserta KNMP mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Resimen Artileri 1 Marinir.
Program pembinaan berlangsung selama satu setengah bulan. Pada tahap awal, peserta akan menjalani latihan dasar kemiliteran selama satu bulan yang difokuskan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Materi yang diberikan mencakup baris-berbaris, tata upacara militer, disiplin organisasi, kepemimpinan lapangan, hingga teknik penyampaian instruksi. Peserta juga dikenalkan pada dasar-dasar pertahanan dan keterampilan bertahan hidup yang disesuaikan dengan kebutuhan warga sipil.
Menurut Rana, pelatihan tersebut bertujuan membangun integritas dan mental kepemimpinan agar para pengelola mampu menjalankan tugas secara profesional ketika kembali ke daerah masing-masing.
Setelah menyelesaikan fase dasar kemiliteran, peserta akan menerima pembekalan manajerial selama dua minggu. Materi pengelolaan koperasi akan diberikan oleh Kementerian Koperasi, sedangkan materi terkait pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih disiapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pemerintah berharap kombinasi pembinaan karakter dan peningkatan kapasitas manajemen dapat menghasilkan pengelola yang tangguh, mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta mendorong kemajuan ekonomi desa dan masyarakat pesisir.
Korps Marinir menegaskan bahwa pelatihan ini tidak dimaksudkan untuk melakukan militerisasi warga sipil. Sebaliknya, program tersebut dirancang sebagai upaya membangun kedisiplinan, semangat kebangsaan, serta kemampuan kepemimpinan bagi para calon pengelola program strategis pemerintah.



