Fajarnews.co, Kutai Kartanegara, Jumat (05/06/2026) – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Kartanegara hingga kini masih berlangsung sesuai jadwal. Di tengah perhatian publik terhadap dinamika yang terjadi di tingkat pusat, layanan pemenuhan gizi bagi pelajar di daerah tetap berjalan tanpa gangguan.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panjaitan, Idamsyah, memastikan operasional dapur MBG yang dipimpinnya masih berjalan normal. Menurutnya, distribusi makanan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat tetap dilakukan setiap hari sebagaimana yang telah dijadwalkan.
“Di tempat kami tidak ada pengaruh apa pun. Sampai saat ini kegiatan berjalan seperti biasa dan belum ada kendala,” ujarnya.
SPPG Panjaitan saat ini melayani lima sekolah di Kecamatan Tenggarong, yakni SD Negeri 001, SD Negeri 003, SD Negeri 018, SMP Negeri 1, dan SMP Negeri 2 Tenggarong. Dari dapur tersebut, ribuan porsi makanan diproduksi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan siswa penerima program.
Idamsyah menyebut jumlah paket makanan yang didistribusikan mencapai sekitar 3.285 porsi per hari. Seluruh proses, mulai dari produksi hingga pengiriman ke sekolah, masih berlangsung lancar tanpa adanya hambatan operasional.
Selain memberikan manfaat bagi pelajar, program MBG juga melibatkan berbagai unsur ekonomi lokal. Kebutuhan bahan baku dapur dipasok melalui kerja sama dengan supplier setempat, pelaku UMKM, serta kelompok tani yang ada di wilayah Kukar.
Dalam operasionalnya, SPPG Panjaitan yang berada di bawah Yayasan Abata Madrasati Jannati didukung pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pengelolaan anggaran dilakukan berdasarkan perencanaan yang telah disusun, termasuk pembagian alokasi untuk kebutuhan harian dan operasional dapur.
“Semua sudah diperhitungkan dan memiliki alokasi masing-masing. Setiap pengeluaran mengikuti rencana yang telah ditetapkan sebelumnya,” jelas Idamsyah.
Operasional dapur MBG Panjaitan juga didukung 47 relawan yang bertugas di berbagai bidang, mulai dari persiapan makanan, pemorsian, pencucian wadah makan, hingga distribusi ke sekolah. Para relawan menerima honor sesuai tugas dan tanggung jawab yang diemban.
Terkait informasi mengenai bantuan kendaraan operasional berupa motor listrik yang sempat beredar, Idamsyah mengaku pihaknya belum menerima fasilitas tersebut. Ia juga menyatakan belum memperoleh informasi resmi terkait penyaluran bantuan kendaraan ke SPPG Panjaitan.
“Untuk di SPPG kami tidak ada motor listrik dan saya belum mengetahui informasi mengenai hal itu,” pungkasnya.



