Impian ke Tanah Suci Tertunda, Jemaah NTB Ditolak Masuk Arab Saudi

redaksi

Fajarnews.co,Jakarta – Seorang calon jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat harus mengubur sementara impiannya menunaikan ibadah di Tanah Suci setelah ditolak masuk oleh otoritas Arab Saudi. Penolakan itu terjadi setibanya ia di bandara tujuan, saat sistem imigrasi mendeteksi riwayat pelanggaran di masa lalu.

Jemaah yang tergabung dalam Kloter 5 asal Kota Mataram tersebut diketahui pernah menjalankan ibadah umrah pada 2017. Namun, ia tidak segera kembali ke Indonesia dan justru tinggal melebihi batas izin yang diberikan. Tindakan overstay itu berujung sanksi dari pemerintah Arab Saudi, termasuk larangan masuk dalam jangka waktu tertentu.

Ketua PPIH Embarkasi Lombok, Lalu Muhamad Amin, menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut baru terungkap saat pemeriksaan biometrik di Arab Saudi. Sistem keimigrasian setempat langsung mengenali data sidik jari yang bersangkutan dan menandainya sebagai individu yang masuk daftar pembatasan.

“Begitu tiba, datanya langsung terdeteksi. Yang bersangkutan masih dalam masa larangan masuk,” jelas Amin.

Ia menambahkan, sistem imigrasi Indonesia tidak terhubung langsung dengan database pelanggaran di luar negeri, sehingga riwayat tersebut tidak terdeteksi saat proses keberangkatan dari Tanah Air.

Setelah ditolak, jemaah tersebut dipulangkan ke Mataram dalam kondisi sehat dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Namun, ada konsekuensi administratif yang harus ditanggung, mulai dari pengembalian biaya tiket hingga pengulangan proses pendaftaran haji dari awal.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi calon jemaah agar jujur dalam menyampaikan riwayat perjalanan dan kepatuhan hukum di luar negeri. Pihak penyelenggara juga menekankan pentingnya verifikasi sejak dini untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali.

Related Post

Tinggalkan komentar