Desa Sangkuliman Perkuat Ketahanan Pangan, Infrastruktur Jadi Penopang Akses Warga

redaksi

Desa Sangkuliman upayakan kemandirian pangan

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Desa Sangkuliman terus berupaya memperkuat kemandirian pangan masyarakat. Kepala Desa Sangkuliman, Suhaimi, menjelaskan bahwa pada tahun 2025, pihaknya telah mengalokasikan 30 persen Dana Desa atau sekitar Rp133 juta untuk program ketahanan pangan, Rabu (01/10/2025).

Program tersebut diwujudkan dalam bentuk pemberian bibit ikan kepada kelompok-kelompok pemudidaya.

“Kami ingin masyarakat bisa mandiri, tidak hanya mengandalkan pasokan luar, tapi juga mampu memenuhi kebutuhan pangan dari desa sendiri,” ujar Suhaimi.

Ia menambahkan, ketahanan pangan ini bukan hanya sebatas memberikan bibit, melainkan juga membangun pola usaha berkelanjutan yang bisa mendongkrak ekonomi desa.

“Kalau ikan berhasil dibudidayakan, tentu hasilnya bisa dijual, sehingga ada tambahan penghasilan untuk warga,” tambahnya.

Selain pangan, Desa Sangkuliman juga memperkuat pembangunan infrastruktur. Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah rehabilitasi jembatan utama desa. Dari semula selebar 2 meter, jembatan kini diperbesar menjadi 4 meter.

Menurut Suhaimi, pelebaran jembatan ini sangat penting karena menjadi jalur vital masyarakat dalam beraktivitas, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan perikanan.

“Kami ingin warga lebih mudah membawa hasil panen atau produk desa ke pasar,” jelasnya.

Dengan adanya dua program besar ini, pemerintah desa berharap ada keseimbangan antara pembangunan fisik dan ketahanan pangan.

“Kalau pangan cukup dan akses jalan lancar, maka ekonomi desa juga ikut bergerak maju,” kata Suhaimi.

Ia juga menekankan, meski Desa Sangkuliman terbilang terisolir, semangat masyarakat tetap tinggi untuk berbenah.

“Gotong royong jadi modal utama kami. Termasuk saat ada kerusakan jalan, warga tidak segan turun tangan untuk memperbaiki,” ungkapnya.

Suhaimi optimistis, dengan dukungan pemerintah kabupaten serta partisipasi masyarakat, Desa Sangkuliman bisa menjadi contoh desa yang mampu memadukan ketahanan pangan dengan pembangunan infrastruktur secara seimbang.

Adv/DPMDKukar

Related Post

Tinggalkan komentar