Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Desa Muara Wis di Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat prestasi dengan masuk dalam Kategori 5 Besar Regional Tengah pada program penanganan stunting. Hal ini disampaikan langsung oleh Nofyan, Perwakilan Kementerian PDTT RI, saat melakukan verifikasi lapangan dan pemeriksaan dokumen di Kantor Desa Muara Wis pada Kamis (21/08/2025).
Menurut Nofyan, penilaian ini diawali dengan seleksi pada Juli lalu melalui zoom meeting. Dari hasil seleksi tersebut ditetapkan 15 desa terbaik, dan Desa Muara Wis berhasil melaju hingga ke 5 besar. “Tahap ini merupakan verifikasi akhir sebelum penyerahan penghargaan yang akan diserahkan langsung oleh Bapak Wakil Presiden di Istana Negara di Jakarta pada awal September mendatang,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Camat Muara Wis Fadhli Annur mengungkapkan bahwa wilayahnya termasuk lokus dengan angka kejadian stunting cukup tinggi di Kutai Kartanegara. Bahkan, terdapat balita yang harus dirujuk ke RSUD AM Parikesit Tenggarong. Ia menegaskan bahwa wilayah kecamatan Muara Wis memiliki tujuh desa, termasuk Desa Muara Enggelam yang unik karena tidak memiliki daratan.
Fadhli juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam upaya penanganan stunting. “Kami berharap angka kejadian stunting di Kecamatan Muara Wis bisa menjadi zero, melalui PKK dan Kader Posyandu kita tingkatkan kerja sama. Setiap Camat, Sekcam, Kepala UPT Dinas Pendidikan juga kami minta menjadi Bapak atau Bunda Asuh bagi anak stunting,” ujarnya.
Selain itu, langkah pemberdayaan masyarakat juga dilakukan untuk mendukung program pencegahan stunting. Pemerintah kecamatan berupaya memberikan pendampingan serta menggerakkan posyandu agar lebih aktif dalam memantau kondisi balita. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kejadian stunting secara berkelanjutan.
Kepala Desa Muara Wis, Kasmir, turut menyampaikan rasa syukur karena desanya dipercaya mewakili Kalimantan Timur hingga tingkat nasional. “Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak kami bisa sampai di tahap ini. Desa Muara Wis memiliki 608 KK, dan hari ini kami merasa bangga dengan hadirnya langsung pihak Kementerian PDTT RI untuk melihat kondisi desa kami,” tuturnya.
Keberhasilan Desa Muara Wis dianggap sebagai bukti bahwa kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga terkait dapat menghasilkan perubahan nyata. Program ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam menekan angka stunting.
Dengan capaian tersebut, masyarakat Muara Wis menaruh harapan besar agar penghargaan yang akan diberikan awal September nanti mampu menjadi motivasi lebih kuat. Tidak hanya untuk menghapus stunting di daerah mereka, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan generasi mendatang.
Adv/DPMDKukar



