Pemkab Kukar dan PT MHU Jalin Kerja Sama CSR untuk Lima Desa

redaksi

Penandatanganan MoU untuk pembangunan pada lima desa, Selasa (26/8).

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menggandeng perusahaan tambang batu bara PT Multi Harapan Utama (MHU) dalam memajukan desa. Melalui program corporate social responsibility (CSR), kerja sama ini akan difokuskan pada pengembangan lima desa yang memiliki potensi unggulan masing-masing.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) yang digelar di Samarinda pada Selasa . Penandatanganan melibatkan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, pihak PT MHU, serta perwakilan lima desa. Proses ini juga difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur.

Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan harapannya agar kerja sama ini menjadi awal kemajuan nyata di desa. “Besar harapan kami, desa-desa yang melakukan kerja sama dengan PT MHU hari ini, ke depan akan mengalami kemajuan dengan cepat sesuai dengan keunggulan masing-masing. Semoga perusahaan lain segera mengikuti jejak MHU,” ujarnya.

Lima desa yang terlibat dalam program ini adalah Desa Lung Anai yang fokus pada pengembangan cokelat, mulai dari kebun kakao hingga produk olahan. Desa Loa Kulu Kota akan diarahkan pada desa digital, sementara Desa Jembayan Tengah dikembangkan menjadi kawasan padi organik.

Desa Loh Sumber berfokus pada produksi keripik tempe dan penguatan pabrik beras dengan merek Beras Kukar. Sedangkan Desa Loa Duri Seberang diarahkan pada pengembangan beras serta tepung sorgum. Kelima desa tersebut diharapkan dapat menjadi contoh dalam memanfaatkan sumber daya non-ekstraktif.

Menurut Bupati Aulia, Pemkab Kukar terus mendorong pertumbuhan sektor non-ekstraktif, terutama hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. “Pemkab Kukar terus mendorong pertumbuhan industri non-ekstraktif dari hasil pertanian dalam arti luas, karena sektor ini merupakan sumber daya yang bisa diperbarui dan potensial untuk terus ditingkatkan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa berbeda dengan minyak, gas, dan batu bara, sumber daya pertanian dapat diperbarui. “Walaupun hasil pertambangan besar, namun ada jangka waktu tertentu, sehingga ada masanya sumber daya alam ini akan habis,” jelasnya.

Karena itu, apresiasi diberikan kepada PT MHU yang turut berperan dalam mengembangkan potensi desa. Melalui pembinaan, pemberdayaan, dan pendampingan berkelanjutan, Aulia optimistis desa-desa tersebut akan semakin mandiri dan berdaya saing di masa depan.

Adv/DPMDKukar

Related Post

Tinggalkan komentar