Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong modernisasi pertanian melalui teknologi dan kebijakan permodalan inklusif. Fokus utama saat ini adalah regenerasi petani serta optimalisasi lahan produktif.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan produktivitas pertanian di wilayahnya menunjukkan tren positif sejak diterapkannya program ekstensifikasi lahan dan pemanfaatan teknologi modern. “Beberapa titik yang sebelumnya hanya menghasilkan 3,6 ton per hektare, kini meningkat hingga lebih dari 6 ton per hektare,” ujarnya.
Menurut Aulia, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pendekatan teknologi dan kerja sama lintas sektor efektif meningkatkan hasil pertanian. “Program ekstensifikasi terbukti mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan,” tegasnya.
Aulia menyoroti tantangan regenerasi petani, karena mayoritas petani saat ini berusia lanjut. Untuk itu, Pemkab Kukar menghadirkan program Petani Milenial yang menyasar generasi muda desa. “Kami memberi insentif yang relevan, seperti bantuan drone dan alat pertanian modern. Anak muda lebih cepat menguasai teknologi ini,” jelasnya.
Selain bantuan teknologi, distribusi pupuk subsidi tetap menjadi prioritas meski jumlah terbatas. Pemerintah tengah menyiapkan sistem distribusi yang lebih merata agar seluruh kelompok tani mendapat bagian.
Tidak hanya itu, akses permodalan ramah petani juga diperkuat melalui Kredit Kukar Idaman yang kini ditingkatkan menjadi Kukar Idaman Terbaik, dengan plafon pinjaman naik dari Rp50 juta menjadi Rp500 juta. “Tidak ada bunga, hanya pokok yang dibayar setelah panen. Jadi petani tidak lagi pusing soal modal awal,” ungkap Aulia.
Bupati Kukar optimistis, dengan regenerasi petani dan dukungan permodalan yang memadai, Kukar dapat menjadi lumbung pangan baru di Kalimantan Timur. “Kita harus siapkan ekosistem pertanian yang modern, dari anak mudanya, lahannya, sampai modal dan pasarnya,” pungkasnya.
Adv/DPMDKukar



