Fajarnews.co, Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui keikutsertaannya pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan yang dihadiri ribuan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha sektor pangan dari berbagai daerah tersebut menjadi sarana memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa PENAS merupakan momentum strategis untuk membangun sinergi yang lebih erat antara pemerintah, petani, nelayan, dan pelaku usaha dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Menurutnya, Bulog tidak hanya berperan menjaga ketersediaan stok pangan melalui distribusi dan pengelolaan cadangan beras pemerintah, tetapi juga aktif mendukung sektor produksi dengan menyerap hasil panen petani dalam negeri.
“Upaya menjaga ketahanan pangan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mendukung petani saat produksi hingga memastikan hasil panen terserap dengan baik dan tersedia bagi masyarakat,” ujarnya.
Hingga pertengahan Juni 2026, Bulog tercatat telah menyerap lebih dari 3 juta ton setara beras dari petani domestik. Capaian tersebut menunjukkan progres signifikan dalam memenuhi target pengadaan pangan nasional tahun ini.
Kebijakan penyerapan hasil panen dengan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dinilai mampu memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras nasional. Dalam pelaksanaannya, Bulog bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk penggilingan padi, pemerintah daerah, serta unsur pendukung di lapangan guna memastikan proses berjalan efektif.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat membuka PENAS XVII menekankan pentingnya memperkuat kemandirian pangan nasional. Ia menilai situasi geopolitik dan dinamika perdagangan global menuntut Indonesia untuk semakin mengandalkan kekuatan produksi dalam negeri.
Melalui partisipasi dalam PENAS 2026, Bulog berharap dapat memperkuat hubungan dengan petani dan nelayan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi serta inovasi guna meningkatkan produktivitas sektor pangan. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.



