Fajarnews.co,Tanjungpinang — Sebuah kapal penangkap ikan, KM Makmur Jaya, dilaporkan terbalik di perairan sekitar Pulau Merapas, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Insiden tersebut menyebabkan sembilan anak buah kapal (ABK) hingga kini masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan informasi kecelakaan kapal diterima pada Minggu (8/3) malam sekitar pukul 21.05 WIB dari agen kapal. Kapal tersebut diketahui membawa total 29 orang saat kejadian.
Menurut Fazzli, lokasi insiden berada sekitar 90 mil laut dari Dermaga Sekupang, Batam. Saat kapal terbalik, sebagian awak berhasil bertahan di badan kapal yang terbalik, sementara sembilan orang lainnya sempat menyelamatkan diri menggunakan sekoci.
Peristiwa itu bermula ketika kapal berangkat dari Kampung Bugis di Tanjungpinang menuju Pulau Pengibu pada Sabtu (7/3) siang. Namun pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, kapal dihantam gelombang tinggi yang menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik di perairan dekat Pulau Merapas.
Sebanyak 20 ABK yang bertahan di badan kapal berhasil diselamatkan oleh kapal yang melintas, yakni KM Sinar Abadi, pada Minggu pagi sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Kijang di Kabupaten Bintan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, sembilan ABK yang sebelumnya menggunakan sekoci penyelamat terpisah dari kapal utama dan hingga kini masih belum ditemukan.
Tim pencarian dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Operasi pencarian melibatkan personel dari Pos SAR Batam serta awak kapal penyelamat KN SAR Purworejo 101.
Seluruh korban diketahui merupakan nelayan yang sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan tersebut. Hingga saat ini, tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap sembilan ABK yang hilang.



