Fajarnews.co, Tenggarong – Perbaikan Jalan Robert Wolter Mongisidi, tepat di depan Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Kukar menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sebelum Pesta Adat Erau yang dijadwalkan berlangsung 20-27 September 2026.
Dilansir dari korankaltim.com, Progres perbaikan mulai terlihat di lapangan. Salah satu pekerjaan utama berupa pemasangan box culvert di sisi darat telah selesai dan ruas tersebut sudah kembali dibuka untuk kendaraan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Linda Juniarti mengatakan bagian box culvert sisi darat telah mencapai kondisi yang aman untuk dilalui kendaraan.
“Insya Allah untuk box culvert yang sisi darat yang sekarang sudah bisa dilalui sudah rampung, kuat 100 persen. Kan sudah dibuka,” kata Linda, Selasa (15/9/2026).
Meski sisi darat sudah dapat digunakan, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Tim masih mengerjakan bagian yang berada di sisi sungai, termasuk pembangunan turap yang nantinya dirancang sebagai ruang publik bagi masyarakat.
Area tersebut direncanakan dapat digunakan untuk bersantai dan berolahraga, termasuk sebagai jalur jogging. Namun, penggunaannya masih menunggu beton mencapai umur konstruksi yang ditentukan.
“Fix aman, tinggal sisi yang sungai dan turap yang dipakai bersantai dan trek jogging itu. Iya, masih nunggu umur beton, 28 hari,” jelas Linda.
Penanganan Jalan Robert Wolter Mongisidi tidak hanya menyasar kerusakan permukaan jalan. Dinas PU Kukar juga membenahi persoalan drainase yang selama ini diduga menjadi salah satu faktor ruas tersebut kembali mengalami kerusakan setelah beberapa kali ditambal.
Kepala Dinas PU Kukar Wiyono sebelumnya mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk penanganan kawasan tersebut. Dana itu digunakan untuk memperbaiki badan jalan sekaligus membangun box culvert sebagai saluran air bawah tanah.
Box culvert dibangun untuk mengarahkan aliran air menuju sungai sehingga genangan dapat diminimalkan. Dengan sistem drainase yang diperbaiki, pemerintah berharap kerusakan jalan tidak kembali terjadi dalam waktu singkat.
“Kalau hanya ditutup biasa, anggarannya mungkin Rp100 juta sampai Rp200 juta. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah. Karena itu kami siapkan box culvert agar aliran air bisa langsung terbuang ke sungai,” ujar Wiyono.
Perbaikan ini menjadi perhatian karena lokasi berada di kawasan pusat pemerintahan dan menjadi salah satu ruas yang ramai dilalui masyarakat. Pemerintah berharap pekerjaan dapat segera dituntaskan sehingga akses kendaraan tetap nyaman menjelang rangkaian Pesta Adat Erau di Tenggarong.



